PKKMB 2025 Dimulai, UPN Veteran Jatim Sambut 6.662 Mahasiswa Baru
Sebanyak 6.662 Mahasiswa Baru UPN Veteran Jawa Timur mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 6.662 Mahasiswa Baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (16/8/2025).
Acara yang digelar di halaman Menara Wimaya Twin Tower, Kampus Gunung Anyar, Surabaya itu dipimpin langsung oleh Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT, IPU.
Prof Fauzi menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar orientasi, melainkan sarana membentuk karakter Bela Negara sekaligus bekal menghadapi tantangan era Industri 4.0 dan Society 5.0.
Baca juga: UPN Veteran Jatim Soroti Peran Strategis Sains Data dalam Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi
“Kami ingin melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menjadi pionir pembangunan di masa depan,” ujarnya.
Selama tujuh hari ke depan, PKKMB 2025 akan diisi dengan materi kebangsaan, pengenalan fakultas dan organisasi mahasiswa, pembinaan etika akademik, hingga pelatihan soft skills dan kreativitas.
Baca juga: Mahasiswa UPN Jatim Tanggapi Tantangan AI Lewat Proyek Kreatif
Program ini diharapkan mampu membekali mahasiswa baru agar cepat beradaptasi, mengembangkan potensi, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sejalan dengan itu, Staf Khusus Mendikti Bidang Saintek sekaligus Wakil Rektor UPNVJT, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D., menambahkan bahwa mahasiswa baru perlu memiliki ruang penyaluran minat agar tidak tertekan secara mental.
Baca juga: UPN Veteran Jatim Tambah 28 Kursi Jalur SNBT, Semua Skor Sama Tetap Diterima
“Mahasiswa punya banyak saluran agar tidak stres. Karena itu, berbagai aktivitas UKM, kegiatan di luar kampus, maupun kegiatan ekstrakurikuler harus digalakkan. Dengan begitu, mahasiswa bisa menyalurkan minat dan bakatnya, tidak terkungkung pada satu aspek saja,” jelasnya.
Ia juga menekankan, kurikulum Bela Negara yang wajib di UPNVJT menjadi salah satu penopang kesehatan mental mahasiswa.
Selain itu, Kementerian bersama perguruan tinggi kini tengah mendorong pengembangan kurikulum yang mencakup aspek jaminan sosial, pencegahan kekerasan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kurikulum ini tidak selalu harus terintegrasi dalam program studi formal, tetapi bisa masuk ke program kokurikuler atau ekstrakurikuler, termasuk melalui PKKMB,” ujarnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Lewat Teatrikal Puisi di Jombang, 5 Mantan Penghuni Lapas Ekspresikan Pergulatan Hadapi Residivisme |
|
|---|
| 5 Kali Terjerat Kasus, Pemodal Home Industry Ganja Jombang Ngelantur Soal Sistem Hukum Narkotika |
|
|---|
| Lirik dan Terjemahan Thohirul Qolbi atau Mawlaya Lengkap Teks Arab, Latin dan Terjemahan |
|
|---|
| Beri Bukti Bung Karno Lahir di Jombang, Pemerhati Sejarah Ingin Forum Untuk Tengahi Klaim Surabaya |
|
|---|
| Kasus Truk Solar Ilegal Terguling Di JLS Tulungagung, 3 Perusahaan Yang Terlibat Diduga Fiktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pembinaan-etika-akademik-hingga-pelatihan-soft-skills-dan-kreativitas.jpg)