Berita Viral

Rekam Jejak A.M Hendropriyono yang Klaim Tahu Dalang Demo DPR Dibubarkan, Pendiri Sekolah Intelijen

A.M Hendropriyono menyebut sosok dalang di balik aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR bukanlah negarawan atau non-state actor.

Editor: Musahadah
kolase tribunnews/instagram
DALANG - Mantan KEpala BIN A.M Hendropriyono mengkalim tahu dalang di balik demonstrasi tuntut pembubaran DPR. 

SURYA.co.id - Inilah rekam jejak A.M Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengeklaim tahu sosok dalang di balik demonstrasi menuntut pembubaran DPR beberapa hari terakhir. 

A.M Hendropriyono menyebut sosok ini bukanlah negarawan atau non-state actor.

Meski demikian, sosok tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pembuatan kebijakan di negara tempat mereka tinggal.

Mertua mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini juga menyebut dalang ini memiliki kaki tangan di Indonesia yang dikendalikannya.

"(Dalangnya) Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam," ujar Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Tabiat Affan Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Polri, Keluarga Nangis di Bahu Kapolri

Hendropriyono menyebut kaki tangan sang dalang ini tidak mengerti kalau dia dimanfaatkan.  

"Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," sambungnya. 

Hendropriyono menyebut dari pengalamannya, ia tahu ada pihak yang menunggangi demo di sekitaran Kompleks Parlemen, Jakarta. 

Ia menyebut, nama dalang tersebut suatu saat akan diungkapnya.

"Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," ujar Hendropriyono tanpa mau menyebut identitas dalang tersebut. 

Menurut Hendropriyono, tujuan tokoh tersebut adalah berniat menjajah dengan cara lain dan menyebabkan demokrasi semakin kacau. 

"Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita," ujar Hendropriyono.

Diberitakan sebelumnya, ribuan orang mengepung jalan di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025). 

Mereka datang dari beragam kalangan, seperti mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online Mereka menggelar demonstrasi untuk menolak kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR.

Kenaikan tunjangan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved