Berita Viral

2 Ambisi Besar Dwi Hartono Sebelum Terlibat Penculikan Bos Bank Plat Merah, Modal Dermawan Tak Cukup

Terungkap ambisi Dwi Hartono alias DH, tersangka otak penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradita (37), bos bank plat merah di Jakarta.

|
Editor: Musahadah
kolase instagram @klanhartono
KANDAS - Dwi Hartono, tersangka otak penculikan bos bank plat merah memiliki ambisi menjadi calon Bupati. Namun, ambisinya itu kandas dan kin malah masuk bui. 

"Orangnya baik, dermawan, kalau ada acara suka memberi," ujarnya.

Selain itu ia sering mendatangkan artis ibu kota ke Rimbo Bujang untuk menghibur masyarakat.

Kata dia, Mas Dwi menghibahkan mobil nya untuk dijadikan ambulance untuk warga Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.

"Iya, ada dia menghibahkan ambulans, dulu masih satu dengan Desa Tirta Kencana, sekarang udah mekar, Desa Mekar Kencana. Jadi ambulansnya sudah diserahkan oleh pihak Desa Tirta Kencana ke sini, karena mereka ada ambulans baru," ujarnya.

Setahu dia, Dwi Hartono memang beraktivitas di Jakarta rumah nya di Bogor, sedangkan rumah orang tua nya di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.

"Iya sejak SMA hingga sekarang dia merantau," imbuhnya.

Di bagian lain, muncul dugaan, kejahatan itu dilakkan Dwi Hartono karena ambisinya yang sangat tinggi. 

Berikut ambisi Dwi Hartono yang kandas di tengah jalan: 

  1. Maju calon bupati

Dwi Hartono ternyata pernah berambisi maju dalam kontestasi politik sebagai calon bupati Tebo, Jambi.

"Ya, dulu dia mau maju bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati), jadi batal, karena dari awal dia mau nomor satu (bupati)," kata Jay Saragih, warga sekaligus aktivis Tebo, dilansir dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Jay menjelaskan, dorongan Dwi untuk mencalonkan diri kala itu juga datang dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi dermawan.

Ia disebut sering menolong warga, mengundang penyanyi dangdut dari Jakarta, hingga memberikan fasilitas desa berupa satu unit mobil ambulans.

"Jadi, warga pun memang sebenarnya dulu itu berharap dia maju jadi bupati, bukan wakil, kan dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur," tambah Jay.

Jay mengaku terkejut ketika mendengar Dwi dikaitkan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.

Menurutnya, Dwi dikenal sebagai pengusaha sukses di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved