Minggu, 10 Mei 2026

Penutupan Program Studi

Tak Langsung Ditutup, Unesa Kaji Merger Sejumlah Prodi yang Minim Peminat

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai mengkaji sejumlah program studi yang mengalami penurunan tren peminat

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
TIM KHUSUS - Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., saat diwawancarai SURYA.co.id, Sabtu (9/5/2026). Ia mengatakan sejak berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Unesa telah memiliki tim khusus di bawah Subdirektorat Pembukaan dan Penutupan Program Studi yang bertugas melakukan kajian terhadap prodi baru maupun prodi lama. 

Ringkasan Berita:
  • Kampus Unesa mulai mengkaji prodi dengan tren peminat menurun, seperti Pendidikan Bahasa Jerman, Geografi, dan IPS, namun belum ada yang ditutup.
  • Prodi diberi waktu 2 tahun untuk promosi atau penyesuaian kurikulum. Opsi merger dipertimbangkan jika tetap stagnan.
  • BEM menilai penutupan tidak boleh hanya berdasar kebutuhan industri, karena lulusan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai mengkaji sejumlah program studi yang mengalami penurunan tren peminat di tengah wacana pemerintah untuk mengevaluasi hingga menutup prodi yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia kerja.

Meski demikian, kampus menegaskan evaluasi tidak semata-mata dilakukan berdasarkan sedikitnya jumlah pendaftar.

Unesa menilai banyak aspek lain harus dipertimbangkan, mulai dari kebutuhan dunia kerja, tren industri, hingga mandat keilmuan suatu program studi.

Kajian Prodi Baru dan Lama

Wakil Rektor I Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., mengatakan sejak berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Unesa telah memiliki tim khusus di bawah Subdirektorat Pembukaan dan Penutupan Program Studi yang bertugas melakukan kajian terhadap prodi baru maupun prodi lama.

“Jadi tugasnya melakukan kajian prodi baru yang potensial dibuka dan mengkaji prodi lama yang trennya menurun atau dianggap sudah kurang relevan,” ujarnya.

Baca juga: ITS Tekankan Evaluasi Prodi Harus Mendalam, Bukan Sekadar Ukur Siap Kerja

Menurutnya, prodi yang mengalami penurunan tidak langsung ditutup. Kampus memberikan waktu sekitar dua tahun untuk melakukan pembenahan dan peningkatan peminat melalui berbagai strategi promosi maupun penyesuaian kurikulum.

“Kalau setelah diberi kesempatan ternyata tidak ada perkembangan, maka ada kemungkinan di-merger atau ditutup,” katanya.

Profi yang Dievaluasi

Martadi menyebut beberapa program studi yang saat ini menjadi bahan evaluasi di antaranya S1 Pendidikan Bahasa Jerman, S2 Pendidikan Geografi, S2 Pendidikan IPS, serta sejumlah prodi kependidikan seperti PAUD yang mengalami tren penurunan peminat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, sejumlah program studi ilmu murni juga mulai mengalami penurunan karena masyarakat cenderung memilih bidang yang lebih aplikatif.

Salah satu program studi yang saat ini sedang dikaji ialah S1 Pendidikan Bahasa Jerman. Prodi tersebut direncanakan untuk di-merger dengan Sastra Jerman karena dinilai memiliki irisan keilmuan yang dekat.

Tren Peminat Menurun

Martadi menjelaskan, tren Pendidikan Bahasa Jerman menurun karena mata pelajaran bahasa Jerman sudah tidak lagi banyak diajarkan di sekolah.

“Kalau pendidikan bahasa Jerman itu lulusannya agak susah mengajar karena memang di sekolah sudah tidak ada mata pelajaran bahasa Jerman,” jelasnya.

Selain Pendidikan Bahasa Jerman, kajian juga dilakukan terhadap beberapa program magister seperti S2 Pendidikan Geografi dan S2 Pendidikan IPS yang jumlah mahasiswanya relatif kecil dan memiliki segmentasi terbatas.

Lakukan Kajian Mendalam

Meski begitu, hingga saat ini Unesa belum menutup satu pun program studi.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved