Mitigasi Bencana El Nino
El Nino Godzilla Berpengaruh pada Kesehatan, Pakar Unair Ingatkan Risiko ISPA
Fenomena El Nino ekstrem diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Fenomena El Nino ekstrem Godzilla diperkirakan memicu masalah kesehatan serius, termasuk ISPA, dehidrasi, diare, serta gangguan kulit dan mata.
- Balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan pekerja luar ruangan menjadi kelompok paling rentan terdampak.
- Masyarakat diimbau menjaga hidrasi, gunakan masker saat udara berdebu, terapkan PHBS, dan pemerintah diminta memperkuat distribusi air bersih serta edukasi kesehatan.
SURYA.CO.ID, SURABAYA — Fenomena El Nino ekstrem atau yang kerap disebut “El Nino Godzilla” diperkirakan membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.
Musim kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang meningkat tajam, serta risiko kekeringan dan kebakaran hutan menjadi kombinasi yang dapat memicu lonjakan berbagai penyakit.
Berdampak pada Kualitas Udara
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Putri Ayuni Alayyannur, S.KM., M.KKK mengatakan El Nino ekstrem berdampak langsung terhadap kualitas udara dan ketersediaan air bersih yang menjadi faktor penting dalam kesehatan masyarakat.
Baca juga: El Nino Menguat, Pakar Manajemen Bencana Unair Ingatkan Pentingnya Mitigasi
“Dampak kemarau ekstrem terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan panjang dan rentan kebakaran hutan maupun lahan. Kondisi ini mengubah kualitas udara dan ketersediaan sumber daya seperti air bersih,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (2/5/2026).
Meningkatkan Kasus ISPA
Menurutnya, salah satu dampak paling nyata adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Cuaca panas yang disertai udara kering membuat debu, asap, dan polutan lebih mudah bertahan di udara karena tidak ada hujan yang membantu mengendapkannya.
“Partikel polusi seperti PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi serta peradangan. Selain itu, udara kering membuat mukosa di hidung dan tenggorokan mengering sehingga pertahanan alami tubuh terhadap virus dan bakteri melemah,” jelasnya.
Risiko Dehidrasi
Ia menambahkan, ancaman kesehatan selama El Nino “Godzilla” tidak berhenti pada gangguan pernapasan.
Suhu panas ekstrem juga meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat berdampak serius terhadap tubuh.
“Dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, bahkan gagal ginjal apabila terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik,” katanya.
Selain itu, keterbatasan air bersih selama musim kemarau panjang juga meningkatkan risiko penyakit berbasis sanitasi seperti diare.
Kondisi udara kering dan debu tinggi turut memicu gangguan kulit serta iritasi mata.
Kelompok Masyarakat yang Rentan
Dr. Putri menjelaskan ada sejumlah kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak fenomena ini, yakni balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung, serta pekerja luar ruangan seperti petani, nelayan, kurir, dan pekerja konstruksi.
“Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses air bersih terbatas dan wilayah rawan kebakaran hutan juga memiliki risiko lebih tinggi,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dampak-serius-terhadap-kesehatan-masyarakat-di-Indonesia.jpg)