Jumat, 24 April 2026

Rawan Kriminalitas di Kota Lama Surabaya

Kota Lama Surabaya Rawan Kriminalitas, 2 Mahasiswa Unitomo Diserang Pakai Parang

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmot) bukan satu-satunya masalah kriminalitas yang menghantui kawasan Kota Lama Surabaya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
istimewa
PEMBACOKAN - Mahasiswa Unitomo Surabaya, Patihamis Soumena (22) dan Rizky Tuanya (22), ditolong petugas setelah jadi korban pembacokan orang tak dikenal di Kota Lama Suarabaya, beberapa waktu lalu. Minggu (11/1/2026), kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmot) bukan satu-satunya masalah kriminalitas yang menghantui kawasan Kota Lama Surabaya. 

Ringkasan Berita:
  • Keamanan Kota Lama Surabaya tak hanya diwarnai curanmor, tetapi juga kasus kekerasan serius.
  • Ada dua mahasiswa Unitomo diserang dan dibacok orang tak dikenal pada 25 November 2025.
  • Korban mengalami luka sayatan parah di tangan, paha, betis, dan punggung akibat parang.
  • Pelaku berkelompok, sempat ditegur Satpol-PP, lalu mengeroyok dan kabur ke Kembang Jepun.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmot) bukan satu-satunya masalah kriminalitas yang menghantui kawasan Kota Lama Surabaya.

Ada dua mahasiswa Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, yakni Patihamis Soumena dan Rizky Tuanya, mengalami kejadian mengerikan setelah diserang orang tak dikenal pada 25 November 2025 lalu.

Baca juga: 2 Mahasiswa Unitomo Korban Pembacokan di Kota Lama Surabaya Mulai Pulih, Pelaku Belum Tertangkap

Bukan hanya dihajar dengan tangan kosong, melainkan juga dibacok menggunakan senjata tajam berupa parang.

Patihamis menderita luka sayatan di pergelangan tangan kirinya yang robek sedalam 10 centimeter.

Rizky mengalami luka sayatan lebih dalam di paha dan betis sebelah kiri, ditambah lagi di bagian punggung.

"Kalau urusan lapor polisi sudah, kami sudah melaporkan ke Polsek Bubutan. Tapi sampai sekarang kami belum tahu perkembangannya karena tidak ada kabar apapun," ujar salah satu korban.

Kota Lama kemudian jadi pilihan mereka untuk menghabiskan waktu menunggu.

Mereka duduk santai di atas tepian trotoar tepat di depan tulisan besar Taman Sejarah.

Tak disangka, bahaya sedang mengintai dari kejauhan.

Tiba-tiba ada dua motor knalpot brong persis di hadapan mereka.

Sempat Ditegur

Ada satu motor ditumpangi dua orang, motor satunya lagi lainnya boncengan tiga orang.

Petugas Satpol PP Surabaya sempat menegur kelompok itu agar segera pergi, karena suara knalpot bising.

Awalnya Patihamis dan kawan-kawannya mengira, kelompok itu akan pergi begitu saja, sebab langsung mengarah ke Kya-Kya.

Tapi yang terjadi sepeda motor di Jembatan Merah lalu mereka turun melakukan pengeroyokan.

Menurut keterangan saksi yang ada di lokasi, pelaku mengeluarkan senjata tajam berupa parang sepanjang sekitar 40 centimeter.

Setelah itu para pelaku kabur ke arah Kembang Jepun.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved