SPMB Surabaya 2026
SPMB SD Surabaya Dibuka 2 Juni, Siswa Usia 7 Tahun ke Atas Jadi Prioritas
Pada jenjang SD, calon murid berusia 7 tahun ke atas menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya mulai membuka penerimaan murid SD Negeri 2026/2027, seleksi utamakan usia ≥7 tahun dan jarak domisili.
- Kuota domisili minimal 70 persen, afirmasi 15 % , mutasi maksimal 5 % ; uji coba diikuti 16.907 calon siswa.
- Pemkot fokus wajib belajar 13 tahun, beasiswa Pemuda Tangguh, sekolah inklusi, dan program pendukung untuk pemerataan pendidikan.
SURYA.co.id, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri tahun ajaran 2026/2027 pada Selasa (2/6/2026).
Pada jenjang SD, calon murid berusia 7 tahun ke atas menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa seleksi SPMB SD menggunakan dua indikator utama, yakni usia dan jarak domisili.
Baca juga: Berebut 17 Ribu Kursi SMP Negeri Surabaya, 25 Ribu Siswa Sudah Validasi
"Untuk SD memang ada dua lapis penilaian yang kami gunakan. Pertama usia, kemudian jarak," kata Febrina dikonfirmasi di Surabaya, Senin (1/6/2026).
"Anak-anak warga Surabaya yang usianya lebih dari 7 tahun dan belum pernah mengakses pendidikan SD akan diprioritaskan terlebih dahulu. Setelah itu baru mempertimbangkan jarak domisili," ujar Febrina.
Usia di Bawah 7 Tahun Boleh Mendaftar
Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Surabaya ini menegaskan, anak usia di bawah 7 tahun tetap diperbolehkan mendaftar.
Namun, prioritas tetap diberikan kepada calon murid yang lebih tua sesuai ketentuan pendidikan dasar.
"Kalau ada anak usia 6 tahun yang ingin mendaftar, silakan saja. Tidak ada larangan. Namun, yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah usia yang lebih tua. Setelah itu baru mempertimbangkan jarak tempat tinggal," katanya.
Menurut Febrina, kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan dasar.
"Kami memastikan terlebih dahulu anak-anak usia 7 tahun ke atas mendapatkan akses pendidikan dasar. Setelah itu baru melihat faktor jarak domisili," ujarnya.
Uji Coba Pendaftaran
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, Dispendik Surabaya telah melaksanakan simulasi atau uji coba sistem.
Hasilnya, sebanyak 16.907 calon peserta didik mengikuti uji coba pendaftaran. Mayoritas peserta memilih jalur domisili.
SPMB SD Negeri Surabaya tahun ini dibuka melalui beberapa jalur. Jalur afirmasi keluarga miskin atau pra miskin, afirmasi inklusi, dan mutasi orang tua/wali dibuka pada 2-4 Juni 2026.
Selanjutnya, jalur domisili kelurahan dibuka pada 8-10 Juni 2026, jalur domisili kecamatan pada 12-14 Juni 2026, dan jalur domisili kota pada 17-18 Juni 2026.
| Berebut 17 Ribu Kursi SMP Negeri Surabaya, 25 Ribu Siswa Sudah Validasi |
|
|---|
| KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi SPMB, Ini Komitmen Sekolah dan Dispendik Surabaya |
|
|---|
| Rerata Nilai TKA Siswa Kota Surabaya di Atas Jatim dan Nasional |
|
|---|
| Pengambilan PIN SPMB 2026 di SMAN 14 Surabaya Lancar, Puluhan Data Siswa Diperbaiki |
|
|---|
| Jadwal SPMB Surabaya 2026 yang Akan Dimulai Pekan Depan, Ini 4 Kesalahan yang Bisa Jadi Kendala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/calon-murid-berusia-7-tahun-ke-atas-menjadi-prioritas-utama-dalam-proses-seleksi.jpg)