Selasa, 19 Mei 2026

Idul Adha 2026

Viral Kurban Unta di Mojokerto, Juleha Kini Dituntut Upgrade Skill

Fenomena kurban unta di Mojokerto viral jelang Idul Adha 2026. Juleha dituntut memahami teknik penyembelihan khusus.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Mohammad Romadoni
PETERNAK UNTA - Pengelola peternakan Faisal Effendi menunjukkan hewan kurban unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF), Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (18/5/2026). Fenomena viralnya hewan kurban unta di Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 menjadi perhatian masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena viral kurban unta di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), menjelang Idul Adha 2026 memunculkan antusiasme baru masyarakat terhadap hewan kurban alternatif.
  • Juru Sembelih Halal (Juleha) kini dituntut memahami teknik penyembelihan unta yang berbeda dari sapi maupun kambing.
  • Tokoh agama menyebut kurban unta sah secara syariat dan dinilai bisa mendukung ekonomi masyarakat jika peternakan berkembang.

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Fenomena viralnya hewan kurban unta di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 menjadi perhatian masyarakat.

Keberadaan unta sebagai pilihan hewan kurban dinilai bukan sekadar tren sesaat, tetapi berpotensi menjadi alternatif baru selain sapi dan kambing di masa mendatang.

Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, muncul tantangan baru bagi para Juru Sembelih Halal (Juleha) yang dituntut memahami teknik penyembelihan khusus untuk hewan gurun pasir tersebut.

Juleha Dituntut Upgrade Kemampuan

Anggota Komisi Fatwa MUI Mojokerto, H Wajih Kifai, mengatakan bahwa pelatihan penyembelihan unta masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, khususnya di daerah.

Menurutnya, anatomi tubuh unta berbeda dibanding sapi atau kambing, sehingga membutuhkan teknik penyembelihan tersendiri.

“Karena di Indonesia jarang kurban unta, ya belum ada pelatihan menyembelih hewan kurban tersebut,” ujar Gus Wajih, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, pria yang juga anggota Juleha itu menilai menyembelih unta justru lebih mudah dibanding sapi atau kerbau.

Menurutnya, unta termasuk hewan yang lebih tenang dan penurut.

“Setahu saya justru unta lebih mudah ketimbang sapi yang harus butuh beberapa orang untuk menggulingkan hewan kurban. Kalau unta lebih tenang dan penurut, jadi lebih gampang,” jelasnya.

Pengalaman tersebut diperoleh Gus Wajih saat menempuh pendidikan selama 6 tahun di Universitas Ahgaff, Kota Tarim, Hadramaut, Yaman.

Teknik Penyembelihan Unta Berbeda

Gus Wajih menjelaskan, peralatan penyembelihan unta pada dasarnya sama dengan hewan kurban lain dan tidak membutuhkan alat khusus.

Perbedaannya terletak pada metode penyembelihan yang menggunakan cara naher atau penusukan di pangkal leher.

Sementara sapi biasanya disembelih dengan metode dzabhu seperti yang umum dilakukan di Indonesia.

“Cara Naher digunakan, karena unta memiliki leher yang lebih tebal ketimbang sapi. Alatnya sama yang dipakai di sini, terpenting harus tajam agar tidak menyiksa hewan kurban,” pungkasnya.

Fakta Fenomena Kurban Unta di Mojokerto

  • Kurban unta viral menjelang Idul Adha 2026
  • Harga unta disebut mencapai lebih dari Rp 200 juta
  • Juleha dituntut memahami teknik naher
  • Unta dinilai lebih tenang dibanding sapi
  • Peternakan unta berada di Desa Watesnegoro, Ngoro
  • Kurban unta dinilai sah secara syariat Islam

Kurban Unta Dinilai Jadi Syiar Positif

Tokoh agama Mojokerto, Muttaki, juga menanggapi tingginya perhatian masyarakat terhadap kurban unta tahun ini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved