Selasa, 19 Mei 2026

Berita Viral

Buntut Anggota DPRD Jember Main Game Saat Rapat, BK DPRD Heran Mengapa Merokok Dipermasalahkan

Polemik anggota DPRD Jember merokok saat rapat memicu perdebatan publik soal etika, kesehatan, dan identitas tembakau daerah.

Tayang:
Surya.co.id
MEROKOK - Muhammad Hafidi, Ketua BK DPRD Jember, Jawa Timur saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026). Hafidi baru-baru ini ikut mananggapi polemik anggota DPRD Jember main game dan merokok saat rapat. 

Ringkasan Berita:
  • Video anggota DPRD Jember merokok saat rapat kesehatan viral di media sosial.
  • BK DPRD Jember menerima banyak respons pro dan kontra dari masyarakat.
  • Mohammad Hafidi menyebut tembakau bagian dari identitas dan ekonomi Jember.
  • Polemik dinilai bukan sekadar soal etika, tetapi juga menyangkut budaya lokal.

 

SURYA.co.id – Polemik anggota DPRD Jember merokok saat rapat masih menjadi perhatian publik.

Perdebatan muncul setelah video anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, viral di media sosial karena terlihat bermain gim sambil merokok ketika mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember.

Rapat tersebut membahas sejumlah isu penting di sektor kesehatan, mulai dari stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).

Video itu kemudian memicu kritik sekaligus pembelaan dari masyarakat.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Mohammad Hafidi, mengaku menerima banyak pesan dan telepon dari masyarakat terkait polemik tersebut.

Perdebatan Publik Soal Merokok Saat Rapat

KLARIFIKASI - Tangkapan Layar anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi sedang main game saat RDP, Senin (11/5/2026), dan video Syahri saat melakukan klarifikasi (kiri).
KLARIFIKASI - Tangkapan Layar anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi sedang main game saat RDP, Senin (11/5/2026), dan video Syahri saat melakukan klarifikasi (kiri). (istimewa/Tangkap Layar Video)

Menurut Hafidi, respons masyarakat terbagi menjadi dua pandangan.

Sebagian pihak menilai tindakan merokok saat rapat tidak pantas, terlebih rapat membahas isu kesehatan publik. 

Namun, ada pula masyarakat yang mempertanyakan mengapa rokok dipermasalahkan, sementara kebiasaan minum kopi atau makan saat rapat dianggap lumrah.

“Di lain pihak masyarakat menyampaikan, apa bedanya merokok dengan menyediakan kopi ketika rapat? Apa bedanya rapat sambil makan-makan?” kata Hafidi, Minggu (17/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Pernyataan tersebut menambah panjang diskusi mengenai etika rapat di ruang publik, terutama ketika aktivitas pribadi dianggap dapat memengaruhi citra lembaga legislatif.

BK DPRD: Rokok dan Tembakau Punya Nilai Sosial di Jember

Hafidi menilai persoalan rokok di Jember tidak bisa dilihat semata-mata dari sisi larangan atau dampak kesehatan. Menurutnya, tembakau telah menjadi bagian dari identitas sosial dan ekonomi masyarakat di Jember.

Baca juga: Imbas Anggota DPRD Jember Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Pakar: Menanggalkan Tugas

Ia juga menanggapi pernyataan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang sebelumnya menyebut kasus viral tersebut karena faktor “apes”.

“Ini bukan persoalan apes. Di Jember ini urusan rokok beda dengan daerah lain,” ujar dia.

Hafidi menyinggung lambang Pemerintah Kabupaten Jember yang menggunakan simbol daun tembakau sebagai representasi kuat hubungan daerah dengan komoditas tersebut.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved