Idul Adha 2026
Heboh Kurban Unta Jelang Idul Adha 2026, Ternyata Cara Menyembelihnya Sangat Berbeda
Fenomena kurban unta di Mojokerto jelang Idul Adha 2026 viral. Ulama menjelaskan keutamaan unta dan perbedaan cara penyembelihannya.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Kurban unta di Mojokerto viral menjelang Idul Adha 2026 dan memicu antusiasme masyarakat karena dinilai memiliki keutamaan lebih besar dibanding hewan kurban lain.
- Ulama menyebut unta dianggap utama karena ukuran dan manfaat dagingnya lebih banyak, meski faktor kemanfaatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan.
- Cara penyembelihan unta berbeda dengan sapi, sementara fenomena kurban unta dinilai menjadi syiar sekaligus peluang ekonomi baru.
SURYA.CO.ID MOJOKERTO - Viralnya kurban unta di Mojokerto menjelang Idul Adha 2026 memicu antusiasme masyarakat sekaligus perdebatan soal keutamaan hewan kurban.
Ulama menyebut unta dinilai paling utama karena ukuran besar dan manfaat dagingnya yang lebih banyak.
Unta Dinilai Paling Utama untuk Kurban
Fenomena kurban unta di Mojokerto menjadi perhatian masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Anggota Komisi Fatwa MUI Mojokerto, H Wajih Kifai menjelaskan sebagian ulama memang menempatkan unta sebagai hewan kurban paling utama.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei
"Karena unta besar dan dagingnya lebih banyak, tentunya manfaatnya juga lebih banyak," ujar Gus Wajih.
Namun menurutnya, keutamaan hewan kurban juga mempertimbangkan aspek Maslahah atau manfaat bagi masyarakat. Di Indonesia, khususnya Mojokerto, daging sapi lebih umum dikonsumsi dibanding unta.
"Sehingga orang kalau diberi daging unta, mungkin ya kurang bisa menikmati. Akhirnya mengambil yang paling Maslahah, oh ternyata sapi ini dagingnya paling banyak disukai oleh masyarakat khususnya di wilayah Mojokerto atau di Indonesia," bebernya.
Ia menegaskan kurban hukumnya sunnah sehingga masyarakat tidak perlu memperdebatkan hewan mana yang paling utama.
"Jadi ada pertimbangan-pertimbangannya, karena kurban hukumnya Sunnah sehingga tidak perlu dibesar-besarkan mana yang paling utama (Hewan kurban). Memang kalau kita mampu beli yang besar, ya itu paling utama," tegasnya.
Baca juga: Peternakan Berkah Wafa Farm di Mojokerto Viral Umumkan Jual Hewan Kurban Unta
Cara Menyembelih Unta Berbeda dengan Sapi
Gus Wajih yang pernah tinggal selama enam tahun di Yaman menjelaskan perlakuan terhadap unta saat disembelih sangat berbeda dengan sapi. Hal tersebut dipengaruhi struktur tubuh unta yang memiliki leher lebih tebal.
"Menyembelih unta itu dengan cara Naher (Ditusuk pangkal leher), dan kalau sembelih sapi itu Dzabhu seperti pada umumnya. Unta memiliki leher yang lebih tebal ketimbang sapi, sehingga cara menyembelih juga berbeda," tukasnya.
Pria lulusan Universitas Ahgaff Yaman tersebut mengaku tidak heran dengan munculnya kurban unta di Mojokerto karena di Timur Tengah, khususnya Yaman, unta menjadi hewan ternak utama masyarakat.
"Menurut orang Arab, hewan ternak itu cuma unta, sapi dan kambing atau kalau di sini bisa kerbau serta jenis kambing yang lainnya. Intinya, mana yang paling utama, kata para ulama pokoknya yang paling banyak memberikan manfaat," pungkasnya.
Kurban Unta Dinilai Jadi Syiar dan Penggerak Ekonomi
Tokoh agama Mojokerto, Muttakin menyebut kurban unta tidak menjadi persoalan dalam sudut pandang fiqih, meski hanya kalangan tertentu yang mampu melakukannya karena harga unta mencapai lebih dari Rp 200 juta.
| BREAKING NEWS: Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei |
|
|---|
| PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Idul Adha 27 Mei 2026 |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Kediri Naik Tajam Tapi Pembeli Tetap Memburu! |
|
|---|
| Kapan Puasa Tarwiah dan Arafah Sebelum Idul Adha 1447 H? Ini Jadwal dan Niatnya |
|
|---|
| Mojokerto Kembali Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Idul Adha 2026, Ini Jadwalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/peteranakan-kurban-Unta-Mojokerto.jpg)