Minggu, 12 April 2026

Penganiayaan Siswa SD di Jember

Disebutkan, Kepsek di Jember Ternyata Sudah Dua Kali Aniaya Murid SD

M Khobir, Kepala SDN Sanenrejo 2 Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jatim, disebut sudah dua kali menganiaya siswa SD.

|
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Imam Nahwawi
KONFIRMASI - Intan Wahyu, ibu korban penganiayaan Kepala SDN Sanenrejo 02 Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/9/2025). Dia memaparkan kronologi putranya ditendang M Khobir, Kepala SDN Sanenrejo 02. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - M Khobir, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sanenrejo 2 Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), disebut sudah dua kali menganiaya siswa SD.

Siswa kelas V SD Sanenrejo 02 bernama Nizam, Arka dan Feros merupakan korban kedua. 

Sebab, pria berusia 55 tahun tersebut, sebelumnya pernah melakukan pengintaian terhadap murid di sekolah lain.

Kapolsek Tempurejo, AKP Heri Supadmo, mengungkapan bahwa Khobir pernah melakukan pemukulan terhadap murid saat menjabat Kepala SDN di Desa Curahnongko pada 2023.

"Pelaku pernah melakukan penganiayaan yang sama terhadap muridnya. Namun, pada saat itu oleh orang tua murid tidak dilaporkan ke polisi," ungkap AKP Heri, Sabtu (27/9/2025).

Menurutnya, saat itu perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan, sehingga tidak sampai ditangani polisi.

Baca juga: Kepsek di Jember yang Aniaya 3 Siswa SD Bisa Jadi Terbebas dari Jeratan Hukum

Baca juga: BREAKING NEWS - Kepsek di Jember Tendang dan Tempeleng 3 Siswa SD, Para Orang Tua Lapor Polisi

Baca juga: Usai Aniaya 3 Siswa SD, Kepsek di Jember Tidak Hadir ke Sekolah karena Kurang Sehat

"Motifnya sama, ketika itu muridnya ramai di kelas, yang bersangkutan emosi hingga melakukan pemukulan terhadap siswa," ucap AKP Heri.

Sementara itu, Intan Wahyu, ubu korban bernama Nizam, mengatakan bahwa kejadian pemukulan tersebut berlangsung di waktu mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas V SDN Sanenrejo 02 pada Jumat (27/9/2025).

"Saat itu anak-anak ramai, tidak bisa diatur, gurunya (bernama Iza) yang kebetulan putrinya pak kepala sekolah," ungkapnya.

Hal tersebut, membuat guru pendidikan agama ngambek. 

Kata Intan, yang bersangkutan kembali ke ruang guru meninggalkan siswa kelas V.

"Akhirnya beberapa siswa putri itu ngejar (guru) dan meminta agar ibu guru mengajar lagi. Lalu ibu guru itu bilang, anak-anak yang nakal itu suruh datang dan meminta maaf," ucapnya.

Namun, permintaan guru perempuan itu, lanjut Intan, tidak dituruti oleh siswa kelas V yang ramai. 

Hal itulah yang diduga membuat Khobir marah.

"Pak kepala sekolah langsung datang ke kelas. Marah-marah sambil mengatakan hal tidak pantas, lalu mendatangi anak-anak yang duduk di pojok, kemudian menendang anak saya dan anak satunya yang cedera parah, sama menampar satu orang korban," papar Intan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved