Reaksi Wafatnya Affan Kurniawan, Cipayung Jombang Desak Kapolri Listyo Sigit Prabowo Dicopot

Cipayung Jombang, Jatim, menyampaikan pernyataan sikap tegas atas tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan (20). Mereka minta Presiden copot Kapolri

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Anggit Puji Widodo
UNJUK RASA - Aksi unjuk rasa oleh Cipayung Jombang di depan Mapolres Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Massa aksi mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), menyampaikan pernyataan sikap tegas atas tragedi yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (20). 

Di depan Mapolres Jombang, Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, massa aksi dari Cipayung Jombang menyampaikan tuntutannya buntut wafatnya Affan Kurniawansaat demo di DPR RI pada Kamis (28/8/2025). 

Para mahasiswa ini menilai, tindakan aparat kepolisian dalam tragedi tersebut telah melampaui batas dan mencederai keadilan publik.

Dalam tuntutannya, Cipayung Jombang menegaskan, bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan kelalaian, melainkan bentuk nyata tindakan represif aparat yang mengakibatkan nyawa warga sipil melayang. 

"Peristiwa ini adalah luka kemanusiaan, sekaligus preseden buruk bagi penegakan hukum di negeri ini," ucap koordinator aksi, Daffa Raihanannta saat dikonfirmasi awak media di lokasi. 

Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. 

Baca juga: PBNU Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Affan Kurniawan, Minta Sanksi Aparat yang Melanggar

Menurut aliansi mahasiswa ini, duka mendalam yang dialami keluarga Affan tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar catatan hitam tanpa adanya keadilan.

"Ini aksi solidaritas kami kepada Affan yang merupakan pejuang keluarga, dia sedang bekerja, namun wafat dilindas oleh mobil Rantis Brimob saat aksi unjuk rasa di DPR RI. Kami ingin kasus ini tidak berhenti, dan terus berlanjut sampai para pelaku diberi hukuman setimpal," ungkapnya. 

Salah satu poin utama yang ditegaskan pada aksi unjuk rasa tersebut, adalah desakan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

Menurut mereka, kepercayaan publik terhadap institusi Polri akan terus merosot, jika tidak ada langkah serius dalam menindak tegas kasus semacam ini.

Selain itu, Cipayung Jombang juga menuntut agar seluruh oknum kepolisian yang terlibat maupun lalai dalam peristiwa tersebut, diproses hukum tanpa pandang bulu. 

Baca juga: 1.000 Lebih Warga Jatim Salat Ghaib untuk Almarhum Affan Kurniawan di Masjid Al Akbar Surabaya

"Hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas," tegas Daffa. 

Tidak hanya berhenti pada kritik, mereka juga menyerukan agar gerakan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil terus mengawal kasus ini hingga tuntas. 

Menurut mereka, solidaritas rakyat sangat penting untuk menekan praktik kekerasan aparat agar tidak terulang.

Cipayung Jombang menyatakan komitmennya, akan terus berdiri di garda depan dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan. 

Mereka menilai, bahwa kasus Affan harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap kinerja kepolisian di Indonesia.

Sementara, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan di hadapan massa aksi, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa Affan Kurniawan.

“Atas nama pribadi dan institusi, kami ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi kekuatan,” ujar Ardi.

Tak berhenti di situ, Kapolres juga menyampaikan update perkembangan penanganan perkara yang saat ini tengah disorot publik. 

Ia memastikan, ada langkah konkret dari pihak kepolisian pusat.

“Sejauh ini, sudah ada tujuh orang yang diamankan dan diperiksa secara intensif terkait peristiwa tersebut. Proses ini masih berjalan, dan kami akan mendukung agar kasus bisa dituntaskan,” ungkapnya.

Adapun aliansi mahasiswa yang tergabung dalam pernyataan sikap ini terdiri dari lima organisasi, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Selain orasi di depan Mapolres Jombang, para massa aksi juga menggelar aksi tabur bunga sebagai bentuk simbolis mengenang kisah Affan. 

Para massa aksi juga berdoa bersama, lesehan duduk sama rata untuk mendoakan Affan Kurniawan tenang di sisi Tuhan.

Dengan suara lantang, mereka sepakat bahwa penegakan hukum yang adil dan penghentian praktik kekerasan aparat, adalah syarat mutlak untuk menjaga martabat demokrasi, serta melindungi hak-hak rakyat kecil. 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved