Berita Viral

Tabungan untuk Nikah Disangka Judi Online, Alief Bingung Hadapi Pemblokiran PPATK: Dilempar-lempar

Warga bernama Alief mengeluhkan rekening tabungan nikahnya diblokir oleh PPATK meski tidak dormant. Rekening dituding terkait judol.

istimewa/Tribun Timur
REKENING DIBLOKIR PPATK - Ilustrasi rekening diblikir PPATK. Simak cerita Alief, tabungan pernikahannya diblokir disangka judol. 

SURYA.co.id - Seorang warga bernama Alief (28) menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat rekening tabungan miliknya diblokir oleh PPATK.

Rekening tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai pernikahan, namun justru terblokir menjelang pembayaran uang gedung.

Yang membuatnya terkejut, rekening itu bukan rekening tidak aktif (dormant) seperti yang dimaksud dalam kebijakan pemblokiran oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Setiap bulan selalu ada uang masuk dan keluar dari rekening itu. Tapi tiba-tiba diblokir di hari penting saat kami hendak membayar uang gedung,” ujar Alief pada Jumat, 1 Agustus 2025, melansir dari Kompas.com.

Diduga Terkait Judol

Ketika Alief menghubungi pihak bank untuk pertama kalinya, ia mendapatkan penjelasan bahwa rekeningnya diduga terindikasi sebagai rekening judi online (judol), meskipun menurutnya hal itu tidak masuk akal.

“Rekening ini hanya dipakai nabung lewat ATM, bukan mobile banking. Mana mungkin dipakai untuk kegiatan mencurigakan,” tegasnya.

Baca juga: PPATK Buka Sebagian Rekening Bank yang Sempat Diblokir, Dana Nasabah Tetap Aman

Alief mengaku sempat kebingungan karena tidak memiliki waktu untuk datang langsung ke kantor bank, sehingga ia hanya berkomunikasi lewat telepon dan mencoba mencari bantuan melalui media sosial.

Sayangnya, upayanya menghubungi PPATK melalui WhatsApp dan email tidak membuahkan hasil.

Lima Hari Terblokir, Baru Dapat Solusi

Setelah menunggu selama lima hari tanpa kejelasan, Alief akhirnya kembali menghubungi pihak bank.

Beruntung, pada hari itu juga rekeningnya kembali bisa diakses dan dananya tidak hilang.

Namun pengalaman itu menyisakan kekecewaan. Ia merasa sistem yang berlaku sangat tidak efisien dan tidak tepat sasaran.

“Ini sangat menyulitkan. 80 persen uang kami untuk nikah ada di rekening itu. Terus terang, kami stres,” tuturnya.

Masyarakat Bingung

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved