Kapal Tenggelam di Selat Bali

Pesan Terakhir Fitri Penumpang KMP Tunu Pratama Sebelum Meninggal, Niat Sambangi Suami Berubah Duka

Imam Bakri lemas mengetahui istrinya, Fitri April Lestari (32), dan anaknya, Afnan Aqiel Mustafa (3), jadi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Tribun Bali I Made Prasetia Aryawan/Kompas.com
TENGGELAM - (kiri) Satu jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya tiba di ruang jenazah RSU Negara, Jembrana, Kamis (3/7/2025) (kanan) Imam Bakri tengah menanti kabar istri dan anaknya yang menjadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (3/7/2025). 

Selang 15 menit atau pada pukul 23.35 WIB, petugas jaga Syahbandar melihat kapal tersebut tenggelam.

Pada pukul 00.22 WITA, kapal dilaporkan terbalik dan hanyut ke arah selatan, usai mengirimkan pesan darurat melalui saluran komunikasi maritim channel 17.

Beberapa menit berikutnya, KMP Tunu Pratama Jaya kehilangan daya (blackout) dengan kondisi kapal makin memburuk.

Cerita Korban Selamat

  1. Loncat ke laut pakai pelampung
SELAMAT - Sejumlah penumpang yang selamat saat KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. Upaya pencarian korban terus dilakukan.
SELAMAT - Sejumlah penumpang yang selamat saat KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. Upaya pencarian korban terus dilakukan. (kolase istimewa/tribun bali)

Bejo Santoso, seorang penumpang selamat mengakui, kapal itu terbalik hanya dalam hitungan menit, membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.

"Sekitar tiga menit setelah oleng, kapal sudah terbalik. Saya masih sempat meloncat," kata Bejo Santoso, seorang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya seperti dikutip Antara.

Bejo menyebut dirinya berhasil melompat menyelamatkan diri karena berada di sisi luar kapal. 

Ia juga sempat menjangkau jaket pelampung dan menggunakannya saat kapal mulai miring ekstrem.

"Kalau penumpang yang berada di dalam ruang saya pesimis mereka bisa keluar. Karena kapal itu terbalik dalam hitungan menit," ujar pria asal Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Setelah terombang-ambing di laut sejak sekitar pukul 00.00 Wita, Bejo akhirnya diselamatkan nelayan menjelang pukul 06.00 Wita.

Ia bahkan membawa jenazah penumpang lain yang diikat ke ban pelampung agar tidak hanyut.

2. Selamat lewat Celah 

Penumpang lain, Imron, juga mengisahkan bagaimana ia lolos dari maut setelah kapal tiga kali oleng keras.

"Sekitar tiga kali kapal itu miring. Yang ketiga air laut sudah masuk ke ruang penumpang," katanya.

Warga Banyuwangi ini selamat setelah terdorong air ke atas dan berhasil keluar lewat celah di ruang penumpang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved