Kapal Tenggelam di Selat Bali

Pesan Terakhir Fitri Penumpang KMP Tunu Pratama Sebelum Meninggal, Niat Sambangi Suami Berubah Duka

Imam Bakri lemas mengetahui istrinya, Fitri April Lestari (32), dan anaknya, Afnan Aqiel Mustafa (3), jadi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Tribun Bali I Made Prasetia Aryawan/Kompas.com
TENGGELAM - (kiri) Satu jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya tiba di ruang jenazah RSU Negara, Jembrana, Kamis (3/7/2025) (kanan) Imam Bakri tengah menanti kabar istri dan anaknya yang menjadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (3/7/2025). 

"Jam 03.30 pagi saya ditelepon pihak travel, dikasih kabar kapal tenggelam. Plat mobil travel kan tercatat di manifest ASDP," ujarnya.

Setelah menerima kabar tersebut, Imam segera menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk mencari informasi mengenai keberadaan istri dan anaknya.

"Saya langsung berangkat, jam 04.00 sudah di jalan."

"Sampai sini belum ada informasi keberadaan mereka. Saya terus berdoa dan cari kabar," kata Imam.

Kronologi KMP Tunu Pratama Tenggelam

Baca juga: Prihatin Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, DPRD Jatim akan Sidak ke Pelabuhan Ketapang

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 60 orang (53 penumpang dan 12 kru), serta 22 kendaraan tenggelam pada Rabu (3/7/2025) tengah malam. 

Kapal itu tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama kali terpantau pada pukul 23.20 WIB.

Saat itu, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan dan menyampaikan permintaan bantuan melalui saluran komunikasi radio.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal mengalami blackout pada pukul 23.35 WIB," ujar Shelvy dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/7/2025).

Tidak lama berselang, kapal tersebut terbalik dan hanyut ke arah selatan.

Untuk diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu (2/7/2025) pukul 22.56 WIB.

Saat itu, cuaca dilaporkan kurang bersahabat.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi mengatakan, 24 menit setelah berangkat berlayar, kapal mengirim sinyal darurat atau distress call.

“Pukul 23.20 WIB kami mendapat info dari perwira jaga KMP Tunu Pratama Jaya mengenai panggilan distress,” ucap dia dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/7/2025).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved