Berita Viral

Pantas Irwansyah Penjual Kopi Kecewa dengan Dedi Mulyadi, Kini Bingung Cari Nafkah: Gak Milih Lagi

Irwansyah seorang penjual kopi di Kampung Gabus, Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, punya alasan tersendiri kecewa dengan Dedi Mulyadi.

Kolase youtube KDM dan Kompas.com/Achmad Nasrudin
KECEWA DEDI MULYADI - (kiri) Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan (kanan) Irwansyah, penjual kopi yang kecewa dengan Dedi Mulyadi. 

Masro mendapatkan tugas menjaga lalu lintas tanjakan berkelok tanpa SK, tanpa gaji tetap. Hanya sopir truk yang melintas sesekali memberikan uang sukarela.

"Disuruh menjaga keamanan mobil yang berat-berat itu, dari sini (posisi menurun) disetop, dari sana (posisi menanjak) maju," jelasnya.

Masro menyebut seragam lengkapnya bukan hasil membeli sendiri.

"Dikasih sama Polres," ungkapnya kepada Dedi Mulyadi.

Kisah sederhana Kakek Masro itu membuat Dedi tak kuasa menahan haru.

Keseharian Masro sangat sederhana. Ia biasa menjaga jalur tanjakan dari pagi hingga sore, hanya beristirahat di siang hari.

Masro mengaku bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp150.000 sehari, semua dari pemberian sopir truk yang lewat.

"Dilemparkan (uangnya) sama sopir," ucapnya.

Namun, saat bertemu Dedi, uang yang ada di kantongnya hanya Rp6.000, karena sebagian sudah digunakan membeli kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya bekerja di pinggir jalan, Masro juga rutin datang ke Polres Ciamis setiap Senin untuk apel dan bersih-bersih.

Kakek tersebut tinggal di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Baregbeg, Ciamis.

Di usianya yang sudah senja, ia masih harus bekerja keras demi menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Dari obrolan itu, Dedi mengetahui bahwa Masro sudah dua kali menikah dan memiliki sembilan anak.

Lima anak hasil pernikahan keduanya masih bersekolah, sementara dua lainnya sudah menikah.

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi tergerak untuk membantu.

Ia mengajak Masro berbelanja kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, mie, kopi, hingga sepatu baru.

Tak hanya itu, Dedi juga memberikan uang tunai Rp1 juta untuk kebutuhan sehari-hari, dan Rp1 juta lagi untuk biaya pendidikan anaknya yang masih SD dan SMP.

Bahkan, Dedi menambahkan lagi bantuan sebesar Rp1 juta.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved