Subuh Berdarah di Bojonegoro

Tabiat Asli Pak RT Korban Tragedi Subuh Berdarah di Bojonegoro, Warga: Orang Baik, Sangat Dihormati

Terungkap tabiat asli Abdul Aziz (63), Ketua RT di Bojonegoro yang jadi korban tewas akibat dibacok tetangganya, Sujito (67) saat salat jamaah subuh.

Kolase SURYA.co.id/Misbahul Munir
KAKEK BACOK TETANGGA - (kanan) Suasana proses pemakaman Ketua RT Abdul Aziz (63) korban meninggal dibacok tetangganya Sujito (67), saat salat subuh berjamaah di Musala. 

Saat itu, Yanto tengah berada di rumah bersiap untuk subuh, tiba-tiba mendengar suara teriakan histeris dari Musala Al Manar yang berada persis di samping rumahnya itu.

Dia melihat pelaku dengan tenang keluar dari musala dengan menenteng parang berlumuran darah mengejar jemaah lainnya, sambil menyebut 'mafia tanah'.

"Pas selesai membacok Pak Aziz itu Mbah Jito (pelaku, Sujito) keluar sambil ngomong 'mafia tanah', saat saya cek ada 3 orang sudah berdarah, Pak Aziz dan istrinya, Bu Arik dan Pak Cipto," ujar Suyanto. 

Ibadah salat subuh yang semula khusyuk, berubah mencekam. Para jemaah berhamburan keluar menghindari amukan Mbah Sujito

Dalam rekaman kamera CCTV, memperlihatkan bagaimana pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh putranya sendiri di jalan raya PUK Kedungadem, saat mengejar jemaah lainnya. 

Akhirnya, Mbah Sujito menyerah dan meminta untuk diantarkan ke Mapolsek Kedungadem untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

"Dia (red: pelaku) diamankan oleh anaknya sendiri dan menantu korban, di jalan raya, sambil bawa parang," ulas Suyanto.

Kasus pembacokan tersebut selanjutnya ditangani oleh Polres Bojonegoro. Sujito hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu saat dikeler Polisi ke Mapolres Bojonegoro

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono mengemukakan, atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati. 

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adji Sudarmono, mengungkapkan kronologi kejadian, mulanya pelaku datang ke musala sembari membawa parang.  

Lalu, saat mengetahui korban dan jemaah lain sudah mulai salat subuh, pelaku kemudian masuk dan langsung menebas korban. 

"Pelaku ini dari awalnya sudah menunggu korban di musala, sambil menyembunyikan parang. Lalu saat korban melaksanakan salat subuh berjamaah, pelaku langsung masuk dan membacok korban hingga akhirnya korban meninggal dunia di tempat," jelasnya. 

Setelah melakukan aksi pembacokan tersebut, lanjut Bayu, pelaku kemudian menebas jemaah lainnya, yakni Cipto Rahayu alias CR yang berusaha melerai. 

Tak berhenti, pelaku Sujito juga membacok istri korban, Arik Wijayanti, yang saat itu secara spontan mencoba menolong suaminya terluka. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved