KA Jenggala Tabrak Truk di Gresik

Sosok Abdillah Ramdan, Asisten Masinis Kereta Jenggala yang Tewas saat Bertugas, Tinggalkan 2 Anak

Sosok Abdillah Ramdan, pria asal Surabaya yang dikenal sebagai Asisten Masinis KA Commuter Line Jenggala No. 470, kini tinggal kenangan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Adrianus Adhi
SURYA/Willy Abraham
KECELAKAAN KERETA - Abdillah Ramdan, Asisten masinis kereta KA Commuter Line Jenggala No. 470 yang mengalami laka lantas dengan mobil truk bermuatan kayu di perlintasan sebidang JPL No.11, KM 7+600/700 petak jalan lintas antara Stasiun Indro - Kandangan, Gresik Jawa Timur. 

SURYA.co.id, Gresik - Sosok Abdillah Ramdan, pria asal Surabaya yang dikenal sebagai Asisten Masinis KA Commuter Line Jenggala No. 470, kini tinggal kenangan.

Ia meninggal dunia saat bertugas, Selasa (8/4/2025), dalam sebuah insiden yang menorehkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat.

Abdillah Ramdan merupakan seorang pengabdi sejati yang telah memberikan dedikasi penuh sebagai bagian dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).

Malam nahas itu menjadi tugas terakhirnya saat kereta relasi Indro-Sidoarjo mengalami kecelakaan di perlintasan sebidang JPL No.11, Gresik.

 Sekitar pukul 18.35 WIB, KA Commuter Line Jenggala No. 470 mengalami kecelakaan dengan truk bermuatan kayu di perlintasan sebidang JPL No.11, KM 7+600/700.

Berdasarkan laporan dari kondektur KA 470, insiden terjadi ketika truk muatan kayu melewati perlintasan sebidang tanpa memperhatikan keberadaan kereta api yang sedang melintas.

Baca juga: Akun Instagram Abdillah Ramdan Asisten Masinis KA Jenggala Dibanjiri Ucapan Duka Cita

Truk bermuatan kayu yang melintas tanpa perhatian itu akhirnya menabrak bagian depan kereta, merusak ruang masinis dan menyebabkan luka fatal bagi Abdillah.

KECELAKAAN KERETA API - Kereta api Commuter Line Jenggala tertemper truk muat kayu di Tenggulungan, Kebomas, Gresik, Selasa (8/4/2025). Asisten masinis KA Commuter Line Jenggala dilaporkan meninggal dunia.
KECELAKAAN KERETA API - Kereta api Commuter Line Jenggala tertemper truk muat kayu di Tenggulungan, Kebomas, Gresik, Selasa (8/4/2025). Asisten masinis KA Commuter Line Jenggala dilaporkan meninggal dunia. (willy abraham/surya.co.id)

Meski sempat mendapatkan pertolongan di RS Semen Gresik, nyawanya tak tertolong akibat luka berat dan perdarahan internal yang dialaminya.

Abdillah meninggalkan istri dan dua anak kecil.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini.

"Abdillah Ramdan bukan hanya seorang Asisten Masinis yang berdedikasi, tetapi juga simbol pengabdian dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Tuntut Ganti Rugi

Luqman juga menegaskan, KAI Daop 8 Surabaya akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum dan menuntut ganti rugi kepada pemilik maupun pengemudi truk.

Sebab peristiwa ini sangat merugikan dari berbagai aspek, termasuk gangguan operasional, kerusakan sarana dan prasarana, serta yang paling utama adalah risiko terhadap keselamatan petugas dan penumpang.

KAI Daop 8 Surabaya kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin dan menaati aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara tegas mengatur bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Baca juga: Penumpang KA Commuter Line Jenggala Beri Kesaksian Detik-Detik Kecelakaan dengan Truk di Gresik

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved