KA Jenggala Tabrak Truk di Gresik

Menangis Saat Melayat, Cak Eri Siap Tanggung Biaya Sekolah 2 Anak Asisten Masinis KA Jenggala

Wali Kota Cak Eri dan istri tak kuasa menahan tangis saat melayat ke rumah duka asisten masinis yang gugur saat kecelakaan KA Commuter Line Jenggala.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
MELAYAT - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melayat ke kediaman almarhum Abdillah Ramdan, Kamis (10/4/2024), seorang asisten masinis yang gugur saat kecelakaan KA Commuter Line Jenggala di Gresik, Jawa Timur pada Selasa (8/4/2025). Berada di Jalan Sidotopo Lor, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Wali Kota Cal Eri tak kuasa menahan air matanya ketiga bertemu anak almarhum yang masih kecil. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atau Cak Eri melayat ke rumah duka almarhum Abdillah Ramdan, Kamis (10/4/2024), asisten masinis yang gugur saat kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Jenggala di Gresik, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (8/4/2025). 

Berada di Jalan Sidotopo Lor, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Wali Kota Cak Eri tak kuasa menahan air matanya ketika bertemu keluarga almarhum.

Didampingi sang istri, Rini Indriani berserta jajaran lurah dan camat, rombongan Cak Eri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disambut ayah almarhum, Mono (71), istri almarhum, Nirma Dewi Ayuningtyas (71) dan beberapa sanak keluarga lainnya.

Tampak pula, kedua putra almarhum, M Agha Althaf (11) dan Nadhief Arshaka Yusuf (3).

Cak Eri menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum.

Wali Kota Cak Eri yang juga didampingi Executive Vice President (EVP) KAI Daerah Operasi Kereta Api Indonesia (Daop) 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, mendoakan almarhum mendapatkan surga. 

"Kami menyampaikan duka cita. Insya Allah almarhum mendapatkan surga," kata Cak Eri.

Kepada Wali Kota Cak Eri, anggota keluarga mengatakan mengenang almarhum sebagai sosok penyayang. Termasuk kepada kedua anak laki-lakinya, almarhum dikenal sangat dekat.

Tak heran, ketika mengantar sang ayah menuju tempat peristirahatan terakhir pada Rabu (9/4/2025), anak sulungnya mengajukan diri untuk mengazankan ayahanda. 

Sekalipun baru berusia 11 tahun, bocah yang akrab disapa Agha tersebut begitu khusyuk menuntaskan tugasnya.

Mendengar cerita tersebut, suasana berubah haru. Wali Kota Cak Eri beserta istri tak kuasa menahan air mata. 

"Sang putra anak yang kuat. Insya Allah ketika dewasa, juga akan kuat seperti ayahanda," kata Cak Eri.

"Anak itu bahkan tidak mau ketika almarhum akan diazankan oleh anggota keluarga lainnya. Berarti, anak ini memiliki akidah agama yang kuat, memiliki jiwa yang kuat dan insya Allah menjadi orang yang luar biasa ketika dewasa nanti," tuturnya.

Menjelang pulang, Wali Kota Cak Eri menguatkan sang anak almarhum. 

Sebuah pelukan diberikan, sebagai ungkapan bahwa sang anak tidak pernah sendiri.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved