Berita Viral

Akhir Nasib Kepsek SMA 1 Cianjur Agam Supriyanta Imbas Study Tour ke Bali, Dedi Mulyadi Tegaskan Ini

Inilah akhir nasib Kepala SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta imbas memberangkatkan siswanya study tour ke Bali. 

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Tribunnews/dokumen SMAN 1 Cianjur
KASUS STUDY TOUR - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai dilantik di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025) (kanan) Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, yang nekat gelar studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali (kanan). 

SURYA.CO.ID - Inilah akhir nasib Kepala SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta imbas memberangkatkan siswanya study tour ke Bali. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya mencopot Agam Supriyanta.

Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. 

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inspektorat Jawa Barat. 

"Diputuskan bahwa Kepala SMA Negeri 1 Cianjur dinonaktifkan sementara karena kami harus melakukan pendalaman terhadap berbagai kegiatan pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Cianjur," kata Dedi dalam unggahan videonya.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah serupa akan diterapkan di sekolah lain jika ditemukan kesalahan dalam pengelolaan sekolah. 

"Ini akan terus kami lakukan ke semua SMA dan SMK sehingga kami bisa mendapatkan rekomendasi objektif untuk kepentingan dunia pendidikan," ujarnya. 

Bahkan, jika ditemukan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran berat dan tidak dapat ditoleransi, jabatannya akan dicopot secara permanen. 

Baca juga: Nasib Kepsek SMA 1 Cianjur usai Nekat Gelar Study Tour Meski Dilarang Dedi Mulyadi, Ini Pembelaannya

"Selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di seluruh sekolah di wilayah Jawa Barat," katanya. 

Dedi juga menekankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah berupaya membenahi sistem pendidikan serta meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. 

"Kami sudah mengeluarkan uang puluhan triliun rupiah. Namun, kalau di sekolahnya masih ada pembebanan dengan biaya tinggi, artinya subsidi yang diberikan itu tidak ada artinya," katanya. 

Hingga berita ini ditulis, Kepala SMA Negeri 1 Cianjur, Agam Supriyanta, belum memberikan tanggapan terkait penonaktifannya. 

Sebelumnya, Agam menyebut, kegiatan tersebut merupakan outing class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika. 

"Kegiatan ke Malang dan Bali tersebut dilaksanakan selama satu pekan, terhitung mulai dari Senin (17/2/2025) sampai Senin (24/2/2025)," terangnya, dikutip dari Tribun Jabar.

Kegiatan itu, katanya, mengacu pada program sekolah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved