Rabu, 13 Mei 2026

Berita Viral

Nasib Kepsek SMA 1 Cianjur usai Nekat Gelar Study Tour Meski Dilarang Dedi Mulyadi, Ini Pembelaannya

Nasib Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, jadi sorotan usai nekat memberangkatkan siswanya study tour ke Bromo, Jawa Timur, dan Bali.

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase dokumen SMAN 1 Cianjur/Kompas.com Adhyasta Dirgantara
KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, yang nekat gelar studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali (kanan). Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai dilantik di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025) (kiri) 

SURYA.CO.ID - Nasib Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, jadi sorotan usai nekat memberangkatkan siswanya study tour ke Bromo, Jawa Timur, dan Bali.

Padahal, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas melarang sekolah-sekolah di Jawa Barat menggelar study tour ke luar kota.

Terkait hal tersebut, Agam menyebut, bahwa kegiatan tersebut merupakan outing class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika. 

"Kegiatan ke Malang dan Bali tersebut dilaksanakan selama satu pekan, terhitung mulai dari Senin (17/2/2025) sampai Senin (24/2/2025)," terangnya, dikutip dari Tribun Jabar.

Kegiatan itu, katanya, mengacu pada program sekolah.

"Sehingga kegiatan tersebut, sifatnya tidak wajib. Tercatat dikuti oleh sebanyak 361 siswa kelas XI, dan ada 77 siswa tidak ikut dalam kegiatan tersebut" katanya. 

Sementara Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Provinsi Jawa Barat, Nono Winarni, masih enggan berkomentar soal nasib Kepsek SMAN 1 Cianjur

"Kita liat ya nanti, saya belum bisa berkomentar soal sanksinya ya. Urusan itu nanti saya beritahukan kembali ya," katanya. 

Nonong menambahkan, pihaknya mendukung soal surat edaran yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat terkait dengan larangan studi tour. 

Siswa Bayar Jutaan Rupiah

Baca juga: Tak Gentar Dicaci Maki Usai Copot Siti Faizah, Dedi Mulyadi Ancam Pecat 133 Kepsek Imbas Study Tour

Seorang wali murid SMAN 1 Cianjur yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa biaya study tour yang dibebankan kepada siswa mencapai jutaan rupiah.

"Setiap siswa yang hendak ikut study tour yang diadakan sekolah harus mengeluarkan uang hampir Rp 3 juta. Untuk biaya study tour ke Bromo hampir Rp 2 juta, belum bekal jajan anak Rp 1 jutaan, jadi kira-kira totalnya Rp 3 juta," katanya, melansir dari TribunnewsDepok.

Ia mengaku keberatan dengan besarnya biaya tersebut, namun anaknya tetap mengikuti perjalanan yang agendanya meliputi kunjungan ke Bromo sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali.

Kepsek SMAN 6 Depok Dicopot

Sebelumnya, kebijakan pelarangan study tour ini ditegaskan Dedi Mulyadi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved