Opini

Efisiensi Anggaran Pemerintahan Ditempuh Presiden Prabowo, Kebijakan yang Tidak Populer

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemotongan anggaran sebesar Rp306,7 triliun untuk mendukung program prioritas.

|
Editor: Adrianus Adhi
Dok Pribadi
Penulis Opini Prof. Dr.Murpin Josua Sembiring.S.E.,M.Si, Ketua Persatuan Gurubesar/Profesor Indonesia Propinsi Jawa Timur, Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya. 

Evaluasi program secara menyeluruh,  mengurangi anggaran hanya pada program yang tidak efektif atau memiliki dampak kecil terhadap masyarakat . Menghentikan program dengan tingkat serapan rendah atau proyek yang bisa ditunda tanpa dampak besar, semua meeting dilakukan dikantor masing-masing/ perbanyak zoom meeting/kurangi perjalanan dinas, makan minum sederhana, pejabat tinggi (eselon 1,2 dll) jika bepergian tidak perlu harus didampingi 4-5 orang ajudan/“dayang“/keluarga, cukup 1 orang, kalau menginap cukup hotel bintang 2 atau 3 dsb. Mengoptimalkan Digitalisasi dan Reformasi Birokrasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan publik tanpa harus mengurangi tenaga kerja secara drastis. Meningkatkan Sumber Pendapatan Alternatif, pemerintah dapat menggali peluang pendanaan melalui kerja sama dengan swasta, pemanfaatan aset negara, dan peningkatan efisiensi BUMN. Memastikan Pemotongan Anggaran Tidak Mengorbankan Sektor Vital, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar harus tetap menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Publikasikan Karya di Media Digital

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved