Pelajar SMP Mojokerto Terseret Ombak
Evaluasi Program Study Tour, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono: Ini Soal Risiko dan Keamanan
Pj Gubernur Adhy Karyono meminta Dinas Pendidikan Jatim untuk mengevaluasi program study tour, outing class, serta karyawisata yang dilakukan sekolah.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meminta Dinas Pendidikan Jatim untuk mengevaluasi program study tour, outing class, maupun karyawisata yang biasa dilakukan sekolah.
Evaluasi ini dilakukan pasca terjadinya insiden laka laut siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Gunung Kidul yang menyebabkan empat siswa tewas beberapa waktu lalu.
Dikatakan Adhy, program-program seperti study tour, karyawisata atau outing class harus dievaluasi dan diperhatikan kemanfaatan, risiko dan juga mempertimbangkan kondisi cuaca yang saat ini masih dalam musim hujan dengan intensitas tinggi.
“Kita minya untuk sebelum karyawisata pastikan destinasi yang akan dituju betul-betul aman. Apalagi pada musim rawan bencana hidrometeorologi seperti ini yang punya potensi sangat besar, termasuk gelombang tinggi. Sehingga yang harus dilakukan adalah menghindari tempat-tempat wisata yang berisiko hidrometeorologi yang tinggi," jelas dia.
Menurut Adhy, program karyawisata sebenarnya baik untuk perkembangan dan pendidikan siswa-siswi.
Meski begitu, keamanan dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
"Kedua, tentu terkait dengan keamanannya. Bagaimana anak-anak bisa bermain dengan aman di tempat yang memang ada pendampingnya. Harus benar-benar terjadwal dengan kondusif termasuk memperhatikan waktu istirahat siswa. Setiap sekolah tentunya harus memperhatikan keselamatan dan keamanan dari sebuah perjalanan," tegas Adhy.
Evaluasi program ini, lanjut Adhy, bukan hanya berlaku di Mojokerto saja, namun juga untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Diharapkan, ke depan karyawisata seperti ini akan lebih aman dari segi pengawasan, pendampingan, dan pemilihan destinasi.
"Tentunya kami minta semua baik Dinas Pendidikan maupun kepala sekolah bisa memperhatikan ini. Termasuk penggunaan kendaraan harus diperhatikan kelayakannya, jangan hanya karena harga murah," pungkas Adhy.
Sebagai informasi, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta saat mengikuti program outing class, Selasa (28/1/2025).
Sebanyak sembilan orang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Selasa (28/1/2025), dan satu korban terakhir ditemukan juga meninggal dunia, Rabu (29/1/2025).
study tour
SMPN 7 Kota Mojokerto
Adhy Karyono
kecelakaan
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Running News
TribunBreakingNews
| Pemkot Mojokerto Beri Pendampingan Trauma Healing untuk Siswa dan Guru SMPN 7 Kota Mojokerto |
|
|---|
| Orangtua Korban Laporkan SMPN 7 Kota Mojokerto ke Polisi,Ali Kuncoro Beri Pendampingan Hukum ke Guru |
|
|---|
| 1 Siswa Terakhir yang Dirawat di Yogya Sudah Dipulangkan, Pemkot Mojokerto Beri Pendampingan ke Guru |
|
|---|
| Dindik Jatim Tegaskan SMA/SMK di Mojokerto yang Hendak Kegiatan Study Tour Wajib Dapat Izin Dindik |
|
|---|
| Hendak Outing Class, Sekolah di Mojokerto Raya Wajib Mendapat Persetujuan dari Dispendik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Jatim-Adhy-Karyono-usai-takziyah-ke-rumah-duka-siswa-SMPN-7-Kota-Mojokerto.jpg)