Sabtu, 13 Juni 2026

Pelajar SMP Mojokerto Terseret Ombak

Evaluasi Program Study Tour, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono: Ini Soal Risiko dan Keamanan

Pj Gubernur Adhy Karyono meminta Dinas Pendidikan Jatim untuk mengevaluasi program study tour, outing class, serta karyawisata yang dilakukan sekolah.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
Pemprov Jatim
ADHY KARYONO - Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat diwawancara usai takziyah ke rumah duka siswa SMPN 7 Kota Mojokerto, korban laka laut di Gunung Kidul, Kamis (30/1/2025). Pj Gubernur meminta program karyawisata dan study tour dievaluasi untuk para siswa dengan mempertimbangan risiko dan keamanan siswa. Humas Pemprov Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meminta Dinas Pendidikan Jatim untuk mengevaluasi program study tour, outing class, maupun karyawisata yang biasa dilakukan sekolah.

Evaluasi ini dilakukan pasca terjadinya insiden laka laut siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Gunung Kidul yang menyebabkan empat siswa tewas beberapa waktu lalu.

Dikatakan Adhy, program-program seperti study tour, karyawisata atau outing class harus dievaluasi dan diperhatikan kemanfaatan, risiko dan juga mempertimbangkan kondisi cuaca yang saat ini masih dalam musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Kita minya untuk sebelum karyawisata pastikan destinasi yang akan dituju betul-betul aman. Apalagi pada musim rawan bencana hidrometeorologi seperti ini yang punya potensi sangat besar, termasuk gelombang tinggi. Sehingga yang harus dilakukan adalah menghindari tempat-tempat wisata yang berisiko hidrometeorologi yang tinggi," jelas dia.

Menurut Adhy, program karyawisata sebenarnya baik untuk perkembangan dan pendidikan siswa-siswi.

Meski begitu, keamanan dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.

"Kedua, tentu terkait dengan keamanannya. Bagaimana anak-anak bisa bermain dengan aman di tempat yang memang ada pendampingnya. Harus benar-benar terjadwal dengan kondusif termasuk memperhatikan waktu istirahat siswa. Setiap sekolah tentunya harus memperhatikan keselamatan dan keamanan dari sebuah perjalanan," tegas Adhy.

Evaluasi program ini, lanjut Adhy, bukan hanya berlaku di Mojokerto saja, namun juga untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Diharapkan, ke depan karyawisata seperti ini akan lebih aman dari segi pengawasan, pendampingan, dan pemilihan destinasi.

"Tentunya kami minta semua baik Dinas Pendidikan maupun kepala sekolah bisa memperhatikan ini. Termasuk penggunaan kendaraan harus diperhatikan kelayakannya, jangan hanya karena harga murah," pungkas Adhy.

Sebagai informasi, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta saat mengikuti program outing class, Selasa (28/1/2025).

Sebanyak sembilan orang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Selasa (28/1/2025), dan satu korban terakhir ditemukan juga meninggal dunia, Rabu (29/1/2025).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved