Kamis, 4 Juni 2026

DPRD Jatim Minta Warga Tenang Sikapi Isu Pocong Jawa Timur, Suli Daim: Waspada Kejahatan

DPRD Jatim imbau warga tetap tenang menyikapi isu pocong Jawa Timur agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kriminalitas.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Yusron Naufal Putra
BERI PENJELASAN - Anggota DPRD Jawa Timur, Suli Daim, saat ditemui di gedung dewan beberapa waktu lalu. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan rasional dalam menyikapi isu pocong Jawa Timur yang viral di media sosial, guna mencegah potensi tindak kriminalitas. 
Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRD Jatim Suli Daim meminta warga tenang dan rasional menyikapi isu pocong di beberapa daerah Jawa Timur.
  • Isu pocong di Bojonegoro, Lamongan, Kediri, hingga Bondowoso diduga dibuat untuk konten dan rawan jadi modus kriminalitas.
  • Masyarakat diimbau mengaktifkan kembali ronda malam dan memperkuat gotong royong demi menjaga keamanan lingkungan.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) meminta masyarakat tetap tenang dan rasional dalam menyikapi isu pocong Jawa Timur yang viral di media sosial (medsos), guna mencegah potensi tindak kriminalitas.

Anggota DPRD Jatim, Suli Daim, mengonfirmasi bahwa kepanikan berlebih justru dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kejahatan saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.

"Jangan sampai masyarakat justru panik dan meninggalkan rumah atau lingkungan dalam keadaan kosong. Bisa jadi ada pihak-pihak yang memanfaatkan ketakutan publik untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencurian maupun perampokan," ujar Suli Daim saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Cak Ji Terkekeh Sikapi Soal Teror Pocong di Surabaya: Jangan Percaya Hoaks

ISU POCONG - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji, meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu teror pocong yang belakangan viral di Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur.
ISU POCONG - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji, meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu teror pocong yang belakangan viral di Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur. (Montase SURYA.co.id/istimewa)

Fakta di Balik Isu Pocong Jawa Timur yang Viral

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fenomena mistis palsu ini marak terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur. Berikut adalah poin penting terkait sebaran isu tersebut:

  • Wilayah Terdampak: Kabar mistis ini terdeteksi menyebar luas di wilayah Bojonegoro, Lamongan, Kediri hingga Bondowoso.
  • Tujuan Pembuatan: Sebagian besar aksi pocong tiruan ini sengaja dirancang oleh oknum pembuat konten demi menaikkan popularitas atau engagement di media sosial.
  • Potensi Kerawanan: Pihak kepolisian dan pengamat sosial mencurigai fenomena ini bergeser menjadi modus kejahatan baru untuk memicu kepanikan warga di malam hari.

Baca juga: Viral Teror Pocong Bercelurit di Bangkalan, Pemerannya Minta Maaf

POCONG BERCELURIT - Sosok pocong bercelurit yang diperagakan seorang pemuda berinisial SF asal Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terekam CCTV rumah warga. SF kemudian meminta maaf pada Senin (1/6/2026) ini, dan mengaku bahwa maksud berpakaian pocong sebatas untuk kebutuhan konten di meda sosial.
POCONG BERCELURIT - Sosok pocong bercelurit yang diperagakan seorang pemuda berinisial SF asal Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terekam CCTV rumah warga. SF kemudian meminta maaf pada Senin (1/6/2026) ini, dan mengaku bahwa maksud berpakaian pocong sebatas untuk kebutuhan konten di meda sosial. (istimewa)

Edukasi Literasi Digital dan Dampak Sosial Hoaks

Politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, juga menyoroti pentingnya edukasi literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang kerap disalahgunakan untuk merekayasa video palsu demi memancing reaksi publik.

"Jangan semua hal dikaitkan dengan mistis. Utamakan logika, cek kebenaran informasi, dan segera laporkan kepada aparat jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar," tambah Suli.

Ia mengingatkan generasi muda, agar tidak ikut menyebarkan konten sensitif yang dapat memicu keresahan massa di ruang digital tanpa adanya proses verifikasi yang jelas.

Baca juga: Viral Begal Pocong di Surabaya Bikin Warga Resah, Fakta Sebenarnya Terungkap

Aktifkan Kembali Ronda Malam untuk Menjaga Keamanan

Sebagai langkah antisipasi nyata, Suli Daim mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya ronda malam, memperkuat komunikasi antar-tetangga, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

"Ketika warga kompak dan saling peduli, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit," pungkasnya.

Gotong royong dan kesiapsiagaan dinilai jauh lebih efektif meredam kepanikan, dibanding memercayai kabar burung yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved