Berita Viral

Penyebab Guru Supriyani Tak Lulus PPPK Meski Dapat Janji Mendikdasmen, Kini Dijanjikan Ikut Tahap 2

Terungkap penyebab guru Supriyani tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2025. 

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Tribun Sultra
Guru Supriyani yang kini dijanjikan ikut PPPK tahap 2 

SURYA.CO.ID - Terungkap penyebab guru Supriyani tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2025. 

Padahal, guru Supriyani dijanjikan Mendikdasmen, Abdul Mu'ti untuk lulus PPPK melalui jalur khusus, yakni Jalur Afirmasi.

Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK PG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani membantah kabar Abdul Mu'ti ingkar janji pada guru Supriyani. 

Nunuk menegaskan, Abdul Mu'ti tidak ingkar janji dan ketersediaan jalur afirmasi untuk guru Supriyani tetap ada.

"Pak menteri memastikan bahwa afirmasi yang pernah disampaikan oleh pak menteri itu memang benar adanya, bukan dibilang prank, tapi benar adanya," jelasnya.

Ia lantas menyinggung penyebab guru Supriyani dinyatakan gagal lulus PPPK 2025 yang diumumkan pada Selasa (7/1/2025) lalu. 

Ternyata, bukan karena hasil tes yang dilakukan. 

"Kemarin tidak dinyatakan lulus, karena jalur afirmasi itu, pak menteri Dikdasmen tidak ingin merugikan guru-guru yang berhak."

"Karena jumlah formasinya terbatas sehingga tahap satu selesai, kami mengajukan formasi itu dalam formasi khusus atas nama Ibu Supriyani," ujar Nunuk saat berkunjung ke rumah guru Supriyani, Senin (13/1/2025).

Baca juga: Akhirnya Guru Supriyani Lulus PPPK Jalur Khusus Sesuai Janji Mendikdasmen, Langsung Pemberkasan

Diketahui, guru Supriyani mendapatkan 478 poin dari total 670 poin maksimal.

Nilai tersebut tidak mengantarkannya menjadi salah satu dari 45 orang di Konawe Selatan yang lulus di program PPPK.

Nunuk menerangkan, pihaknya juga telah bersurat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mengajukan formasi khusus bagi Supriyani.

Surat tersebut juga untuk Bupati Konawe Selatan agar segera mengusulkan formasi khusus tersebut.

"Saya sudah bersurat ke Menpan RB memperjuangkan dalam bentuk permohonan untuk ditetapkan formasi khusus atas nama ibu Supriyani."

"Saya juga sudah bersurat kepada bupati untuk mengusulkan formasi khusus untuk Supriyani, kalau bisa pak kadis menjawab surat itu mengingat waktunya tersisa dua hari," kata dia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved