Harga Tembakau di Madiun Menurun Akibat Terdampak Cuaca Kemarau Basah
Produksi tembakau di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun, Jatim, terpengaruh cuaca kemarau basah hingga berdampak terhadap harga jual.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, MADIUN - Produksi tembakau di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), terpengaruh cuaca kemarau basah pada September 2025 ini.
Sejumlah petani menilai, hasil panen kali ini jauh berbeda, dibandingkan tahun sebelumnya.
Faktor hujan yang tidak menentu, dianggap memicu penurunan kualitas daun tembakau, serta berdampak terhadap harga jual.
Petani tembakau setempat bernama Wariyem, mengatakan bahwa dengan lahan sekitar 0,5 hektare, sudah panen sebanyak empat kali, namun kualitas daun berkurang akibat sering terkena hujan.
“Kalau musim hujan, daun jadi merah-merah. Harga jual kering rajang sekarang Rp 45 ribu per kilogram, sebelumnya bisa Rp 48 ribu,” ungkap Wariyem, Sabtu (20/9/2025).
Senada dengan Wariyem, petani tembakau, Mulyono menuturkan bahwa cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas, menyebabkan daun tembakau tidak seperti biasanya.
Menurutnya, ketika musim panas daun tembakau bisa gemuk dan permukaannya lebar
“Kalau harganya rendah terus. Jika dibiarkan petani rugi. Minimal harga bisa di kisaran Rp 45 ribu sampai Rp 47 ribu, jangan di bawah itu,” tuturnya.
Mereka berharap harga jual masih bisa stabil, demi menutupi biaya produksi.
Para petani menjual tembakau dalam kondisi kering rajang setelah dijemur.
“Jangan sampai harga tembakau terus merosot dan merugikan petani,” pungkasnya.
Madiun
Harga Tembakau di Madiun
tembakau
Desa Ngale
Kecamatan Pilangkenceng
Jawa Timur
Jatim
SURYA.co.id
| Nasib Joki UTBK yang Tertangkap di Unesa Diperiksa Polrestabes Surabaya, Kliennya Daftar Kedokteran |
|
|---|
| Pura Pura Sambang Santri, Pria Bojonegoro 5 Kali Mencuri di Ponpes Langitan Tuban |
|
|---|
| Cerita Abdullah Mahasiswa Bondowoso Pulang Dari Iran, Lewat Jalur Darat Dan Pesawat |
|
|---|
| Mayoritas CJH Jombang Tergolong Beresiko Tinggi, Persiapan Kesehatan Diperketat |
|
|---|
| Pengalaman Mayor Windra Sanur 8 Tahun Kawal Jokowi, Ikut Rajin Ibadah dan Harus Waspada Setiap Saat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perkebunan-tembakau-di-Kecamatan-Pilangkenceng-Kabupaten-Madiun-Jatim.jpg)