Pilgub Jatim 2024

Nahdliyin Tetap Kondusif di Tengah Pertarungan Keras Pilgub Jatim 2024

Kontestasi Pilgub Jatim 2024 diyakini tidak akan menimbulkan gejolak atau gesekan hingga perpecahan antar warga Nahdlatul Ulama

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
Haikal Atiq Zamzami, H Musaffa Safril dan Nyai Hj Masruroh Wahid dalam Talkshow Politik Tribun Series bertema Berebut Suara Nahdliyin di Pilgub Jatim 2024, di Studio Podcast Tribun Jatim Network, Rabu (2/10/2024). 

Bahkan sembari berseloroh, Haikal menyebut pertarungan politik yang keras di internal Nahdliyin sudah hal biasa tidak perlu dianggap berlebihan.

Misalnya juga berlaku pada Pilgub Jatim 2018, saat dua tokoh NU yakni Khofifah dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi calon. Pertarungan tidak sampai memecah belah umat.

"Jadi sudah biasa keras di luar tapi lunak di dalam," ucapnya. 

Ketua Ansor Jatim Musaffa Safril menilai, perbedaan pilihan politik pada warga Nahdliyin merupakan hal lumrah.

Apalagi, NU dikenal sangat luwes dan memiliki prinsip moderat. Bisa masuk ke berbagai lini dan kelompok politik. Sehingga perbedaan politik tidak bisa dipungkiri.

"Jadi bukan sesuatu yang aneh," ujar Safril. 

Terlepas dari konteks pertarungan, Ansor Jatim memandang bahwa Pilkada merupakan agenda strategis untuk memastikan pembangunan daerah setidaknya untuk lima tahun mendatang.

"Sehingga ini menjadi penting untuk kita bersama memastikan suksesnya Pilkada. Seluruh pihak harus memberikan sumbangsih," ucap Safril. 

Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid bersyukur, karena tiga paslon Pilgub masing-masing merupakan nahdliyin.

Sehingga mewarnai kontestasi saat ini. Baginya hal itu lumrah sebab NU lahir dan identik dengan Jawa Timur.

"Jadi saya senang berarti NU sangat luar biasa di Jawa Timur. Luar biasanya lagi semua calon gubernur perempuan," ucapnya. 

Nyai Masruroh memandang perbedaan dalam politik sebagai hal yang lumrah. Termasuk perbedaan pilihan politik warga Nahdliyin sekalipun.

Nyai Masruroh pun turut meyakini Pilgub Jatim kali ini tidak akan menimbulkan gesekan. Apalagi ini diikuti tiga pasangan calon, bukan pertarungan head to head.

"Hari ini saya yakin tidak akan keras seperti pertarungan 2018," ungkapnya. 

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved