Berita Jember
Formasi Dokter Spesialis di Seleksi CPNS Pemkab Jember Nihil Peminat, Ini Respons Dinkes
Ketua IDI Cabang Jember dr Muhammad Ali Shodikin: Jabatan PNS sudah tidak begitu dilirik oleh para lulusan kedokteran.
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, JEMBER - 12 formasi dokter spesialis dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember 2024 tidak ada pelamarnya.
Hal tersebut, menjadi perhatian khusus dari dunia medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Hendro Soelistijono mengatakan, hal itu karena seleksi CPNS untuk dokter spesialis dilakukan secara serentak di Indonesia. Sementara tenaga medisnya jumlahnya masih sedikit.
"Suplai dan demand tidak seimbang. Lulusannya terbatas, sementara permintaannya sangat besar. Sehingga saya yakin para spesialis akan lebih memilih daftar di kota-kota besar yang lebih menguntungkan," ujar dr Hendro Soelistijono, Selasa (17/9/2024).
Menurutnya, dari 17 formasi dokter spesialis di CPNS Pemkab Jember, hanya dilamar oleh 5 tenaga medis.
Hal itu masih menandakan Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), masih dilirik oleh dunia kedokteran.
"5 itu jauh lebih baik, artinya Jember masih lebih baik. Karena saya sangat memahami proses seleksinya dilakukan secara bersamaan se-Indonesia," ucap dr Hendro.
Namun, lanjutnya, hal tersebut tidak perlu khawatir. Sebab rumah sakit di Jember menerapkan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang bisa merekrut dokter spesialis kapan saja.
"Jadi tidak harus merekrut lewat CPNS, tetapi rumah sakit bisa merekrut kapan pun lewat BLUD. Dengan mencari dokter spesialis dari rumah sakit lain untuk dikontrak dengan rumah sakit milik pemerintah," jelas dr Hendro.
Sementara, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Jember dr Muhammad Ali Shodikin menilai, jabatan PNS sudah tidak begitu dilirik oleh para lulusan kedokteran.
"Daya tarik menjadi PNS daerah bagi dokter spesialis baru semakin menurun. Mungkin tawaran kerja di institusi atau RS swasta yang lebih menjanjikan secara finansial bagi mereka," tanggapnya.
Selain itu, beban dan waktu kerja PNS panjang.
Kata dr Ali, para lulusan dokter spesialis menganggap hal itu kurang fleksibel. Serta lokasi penempatan dinas jauh dari tempat tinggal mereka.
"Serta adanya kebijakan dari birokrasi yang terkesan politis untuk kepentingan popularitas dan elektabilitas tokoh-tokoh politik lokal di daerah tertentu. Sehingga membuat menjadi PNS tidak menarik lagi," ulasnya.
➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID
CPNS Pemkab Jember
dokter spesialis
Dinkes Jember
dr Hendro Soelistijono
CPNS 2024
Pemkab Jember
Jember
Jawa Timur
Jatim
Berita Jawa Timur
Berita Jatim
Gagalkan Bentrokan di Jember, Polisi Amankan 3 Anggota Persilatan Membawa Senjata Tajam |
![]() |
---|
Penyakit Mulut dan Kuku Kembali Serang Sapi di Jember, Pemkab Alokasikan Anggaran Vaksinasi |
![]() |
---|
Baru Bebas Dari Penjara, Warga Surabaya Tepergok Bertransaksi 25 Gram Sabu di Jalanan Jember |
![]() |
---|
Dalami Dugaan Korupsi DD di Desa Pedomasan, Satreskrim Polres Jember Masih Pelit Komentar |
![]() |
---|
Gelapkan Dana Nasabah Rp 250 Juta, Oknum Pegawai Bank Negara di Jember Akhirnya Dipecat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.