Pilgub Jatim 2024

Wawancara Eksklusif Emil Elestianto Dardak Jelang Pilgub Jatim 2024

Emil Elestianto Dardak mendapatkan kepercayaan besar menjadi Juru Bicara Gibran Rakabuming Raka saat Pilpres 2024.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id
Emil Dardak, calon wakil gubernur Jatim yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa 

Tidak pernah. Karena juga sudah tidak ada waktu lagi dan harus sudah bergegas untuk menghadapi debat. Dan kita tau bahwa Mas Gibran membuktikan beliau punya daya nalar yang tinggi untuk melahap semua materi yang disediakan. Kami hanya sahabt diskusi saja atau semacam sparing partner untuk simulasi debat bersama saat itu Pak Bahlil dan juga Tina Talisa.

Lalu bagaimana, apakah anda yakin peran besar Anda di Pilpres akan membawa efek ekor jas di Pilkada Jawa Timur?

Kalau dikatakan coat tail effect kok sepertinya searah saja. Padahal kalau saya melihat ini saling melengkapo. Bahwa kami, Ibu Khofifah dan saya, berjuang bersama sama untuk Pilpres. Kami menyampaikan apa yang baik untuk Jatim. Di sisi lain, Prabowo Giran juga telah memiliki tempat di hari warga jatim. Ini menjadi penguatan yang sama sama. Jadi kami bersyukur endorsmen Prabowo Gibran. Apalagi Pemprov ini kan kepanjangan pemerintah pusat. 

Apakah secara intens mendiskusikan situasi terkini dengan AHY dan SBY?

Ya saya bersyukur atas itu. Pak SBY saat ini semakin serius melukis dan terus berbenah dan semakin bagus preferensinya. Musik beliau juga makin kekinian lagu-lagunya.  dan beliau semakin semangat voli.

Uniknya kalau ngobrol dengan Pak SBY itu bicaranya dimulai dengan kondisi global dunia dulu. Soal ekonomi, keamanan, perdagangan, baru mengenai suatu hal apa yang ingin dibahas. Beliau sama sekali bukan orang yang mengungkit ungkit seperti ‘Kalau jaman saya dulu’ dan lain-lain. Beliau bukan orang seperti itu.

Malah kadang beliau memberikan pemahaman kalau jadi Presiden susahnya sepeti apa. Dan bahkan memahami terkait keputusan keputusan yang dibuat Pak Jokowi.

Beliau mengakui preisden itu susah. Beliau memahami itu.

Adakah Pesan khusus dari Pak SBY terkait kontestasi ini? 

Belum ada. Mungkin karena juga belum tersampaikan. Karena kalau dua tokoh besar ini ketemu pasti menicarakan satu yang berdasarkan tingkat urgensitasnya. Kalau pun sudah dibicarakan pasti akan disampaikan. Saya yakin pasti ketum juga akan menyampaikan kalau misalnya sudah dibicarakan. Cuma rasanya belum disampaikan.

Pesan apa yang ingin Anda sampaikan pada masyarakat jelang memasuki masa krusial Pilgub Jatim?

Saya meyakini bahwa Jatim adalah provinsi dengan warisan sejarah yang istimewa. Bhineka Tunggal Ika itu lahirnya di Jawa Timur. Yang artinya unity in diversity.

Di sinilah nilai nilai perbedaan. Nggak hanya fisik ras tapj juga beda pilihan politik maupun selera. Jangan fokus pada perbedaan tapi justru apa yang mempersatukan kita. Pilihan beda itu biasa yang penting jangan sampai hilang persaudaraan kita.

Dan pesan saya, kita harus selalu kroscek informasi baik yang ada media sosial, messenger atau selebaran yang tidak jelas dan tidak bertuan. Semoga kita semua bisa saling tabayyun supaua tidak menjadi ajang kampanye hitam.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved