Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bojonegoro

Luasan Lahan Tanam Tembakau di Bojonegoro Naik, Tetapi Petani Perkirakan Harga Justru Turun

Luas tanam tembakau pada musim kemarau 2023 hanya 11.189 hektare. Tersebar di 205 desa, dengan petani mencapai 47.507 orang

Tayang:
Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Deddy Humana
surya/yusan alfa ziqin (yusabalfaziqin)
Seorang petani tembakau Bojonegoro memeriksa tanaman di lahannya, Rabu (11/9/2024) sore. 


SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Menanam tembakau masih menjadi pilihan bagi sebagian petani di Kabupaten Bojonegoro, terutama selama musim kemarau 2024 ini. Dari catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, luas tanam tembakau pada 2024 hampir mencapai 16.000 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bojonegoro, Imam Nurhamud Arifin menyebut, luasan tanam tembakau pada musim kemarau 2024 meningkat dibanding 2023. "Persisnya mencapai 15.959 hektare. Jadi ada penambahan luas 4.770 hektare," ungkap Imam, Rabu (11/9/2024).

Dan luasan tanam tembakau pada musim kemarau 2024 ini tersebar di 251 desa se-Kabupaten Bojonegoro, dengan jumlah petani mencapai 48.897 orang.

Sementara luas tanam tembakau pada musim kemarau 2023 hanya 11.189 hektare, tersebar di 205 desa, dengan petani mencapai 47.507 orang. "Meningkatnya luas tanam tembakau ini dipicu beberapa sebab," lanjutnya.

Di antaranya banyak petani yang semula menanam jagung beralih menanam tembakau. Fenomena ini terjadi di Kecamatan Kapas, Trucuk, Margomulyo, Gayam, dan Kalitidu.

Para petani jagung yang beralih menanam tembakau itu menyadari bahwa musim kemarau 2024 ini bersifat kering. Lebih cocok menanam tembakau ketimbang jagung. "Dari sisi ekonomi, mereka juga tergiur tingginya harga tembakau," imbuhnya.

Terkait berapa produksi tembakau di Kabupaten Bojonegoro pada 2024 ini, Imam belum bisa mengemukakan. Karena kuantitas panen baru diketahui ketika semua tanaman tembakau sudah dipanen.

Meski begitu para petani tembakau Bojonegoro kurang puas dengan musim tanam sekarang. Muhammad Rudi, salah seorang petani tembakau menyebut, saat ini harga tembakau tidak setinggi harga tahun 2023. "Ada selisih harga sekitar Rp 8.000 sampai Rp 10.000," ungkap Rudi.

Petani tembakau di Desa Bakulan, Kecamatan Temayang  itu menyebut, daun tembakau kering rajang berkualitas bagus bisa dijual dengan harga antara Rp 38.000 sampai Rp 45.000 per KG. "Pada 2023 kemarin, harganya sekitar Rp 47.000 sampai Rp 50.000 per KG," imbuhnya.

Rudi meneruskan, harga tembakau diprediksi terus mengalami penurunan hingga masa panen yang terakhir. Sebab saat ini sudah mulai turun hujan di Bojonegoro.

Dan hujan akan menurunkan kualitas tembakau yang belum dipanen atau sedang dikeringkan. Sehingga harga tembakau pun akan merosot. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved