Sabtu, 25 April 2026

Berita Jember

Sosok Ponidi, Perangkat Desa Asal Jember yang Lagunya Viral Berkat 'Sekop'

Berkat kata Sekop itulah membuat nama pria asal Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Jember ini diundang stasiun televisi nasional

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim timur/imam nahwawi
Ponidi, Penyanyi dengan Jargon Sekop saat berkantor di Balai Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Jember. 

"Ceritanya gitu kebetulan ada lomba karaoke antar kelas (di SMP) kemudian saya ikut lombanya. Namun SMA kelas satu hingga tiga tidak pernah nyanyi," ulasnya.

Lalu pada awal 2020, Ponidi bilang melihat story whatsapp pemilik makelar sepeda motor yang memposting studio rekaman video klip di Balung Jember.

"Akhirnya saya kontak orangnya, agar saya juga direkam untuk membuat video klip. Orangnya ternyata setuju, sejak saat itu saya bisa buat konten video dengan jumlah banyak," jlentrehnya.

Pondini mengungkapkan pengunaan kata Sekop untuk senggak lagu setelah melihat penampilan pedangdut bernama Mbak Nonik, yang menggunakan jargon tersebut.

"Akhirnya saya bikin, tetapi dengan gaya berbeda. Kalau Mbak Nonik kan yang senggak adalah gitaris dan pengiringinnya. Tetapi kalau senggak sekop yang saya gunakan, itu saya sendiri lalu saya upload pada Hari Sabtu malam di YouTube," katanya.

Kemudian pada Minggu siangnya , dia mengunggah lagi lagu Sekecewa Itu dengan senggak Sekop di tiktok berdurasi 30 detik. Ternyata view-nya banyak dan tembus 5 juta penonton.

"Saya terkejut langsung dan saya memprediksi viral pasti. Ternyata benar trending beneran sampai sekarang. Hingga saya diundang dalam acara Brownis dan Pagi-pagi Ambyar," ulasnya.

Meskipun sekarang telah menjadi penyanyi cukup terkenal. Ponidi mengaku tidak akan melepas jabatan sebagai perangkat desa.

"Kalau suruh milih, saya pilih dua-duanya. Karena saya merasa mampu (melakukannya) . Sebab saya mulai semua ini dari perangkat desa jadi saya tidak bisa memilih di antara keduanya," katanya.

Oleh karena itu, Ponidi menyatakan hanya menerima undangan manggung saat malam hari atau pun hari libur. Supaya tidak menggangu pekerjaan di balai desa.

"Kalaupun saat manggung, mungkin saya hanya nyanyi dua lagu, tiga lagu. Setelah itu pulang wes, biar tidak capek," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Balung Kidul Nur Wahyuningsih mengaku mendukung Ponidi berkarier di dunia entertainment.

"Kalau komentar kami tidak ada. Tetapi kalau dukungan kami mendukung sebab membawa nama desa juga kan," tanggapnya.

Nur mengungkapkan Ponidi merupakan perangkat desa yang cukup profesional selama melayani masyarakat. Khususunya, saat mengurusi bantuan sosial bagi warga miskin.

"Mas Ponidi menjadi perangkat desa sejak 2019. Aktifitas Mas Ponidi sama, baik sesudah maupun sebelum jadi artis pun sama tidak ada yang berubah," paparnya.

Dia mengutarakan, masyarakat Desa Balung Kidul mengenal Ponidi, sebagai pribadi yang mudah bergaul dan komunikatif terhadap orang lain.

"Orangnya humble dan kalau ditanya orang itu juga respons. Kalau latar belakang keluarga mas Ponidi itu petani," Imbuh Nur.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved