Pembunuhan Vina Cirebon

Nasib Anak RT Abdul Pasren Terpojok usai Ngaku Tak Kenal Terpidana Kasus Vina, Teman Dekat: Bohong

Nasib Muhammad Kahfi, anak RT Abdul Pasren, semakin terpojok usai mengaku tak mengenal enam dari tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase TribunCirebon/Youtube
Irpan Setiawan yang membantah pernyataan Muhammad Kahfi, anak mantan ketua RT Abdul Pasren, tak mengenal terpidana kasus Vina Cirebon 

SURYA.CO.ID - Nasib Muhammad Kahfi, anak RT Abdul Pasren, semakin terpojok usai mengaku tak mengenal enam dari tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon

Pengakuan Kahfi langsung dibantah Irpan Setiawan, teman dekatnya yang juga mengenal para terpidana.

"Ya, terkait Kahfi yang disebut tidak kenal dekat dengan enam terpidana kasus Vina Cirebon, si Kahfi itu bohong."

"Pernyataan itu sangat bertolak belakang. Padahal Kahfi sama terpidana, teman dari kecil sampai tahun 2016 itu," ujar Irpan, dikutip dari Tribun Cirebon. 

Irpan lantas menunjukkan sejumlah foto yang menjadi bukti kedekatannya, Kahfi, dan para terpidana.

"Waktu tahun 2013 bahkan kita bikin baju bareng 'Bob Marley', foto-fotonya juga masih ada. Kita pernah jalan-jalan bareng, karena memang teman dari kecil," ucap Irpan.

Mereka jalan bareng, terutama Minggu.

Baca juga: Ternyata Ada Saksi Kunci Kasus Vina yang Belum Muncul, Pengacara Pegi Ungkap Sosoknya: Ada di TKP

"Pasti jalan bareng dengan Kahfi dan enam terpidana," ucapnya.

Dalam foto tersebut, terlihat jelas Kahfi bersama Hadi, Jaya, Eko, serta Irpan.

"Sisanya teman-teman lain, seperti Reza, Akbar, dan Anto," jelas dia.

Irpan mengaku sangat sedih dan prihatin dengan kesaksian bohong yang diberikan Kahfi. 

"Ya, saya lihatnya si Kahfi memberi kesaksian bohong kayak gitu sedih dan sangat prihatin. Makanya enggak nyangka saja Kahfi kayak gitu, sampai bohong. Enggak percaya sih," katanya.

Selain itu, Irpan juga merasa sedih dengan kondisi keenam temannya yang kini divonis seumur hidup.

Apalagi, ia mengenal betul perilaku temannya tersebut.

"Saya kasihan sama enam terpidana, karena gimana ya, mereka itu enggak macam-macam lah, orang baik, semuanya kuli bangunan. Saya pernah diajak nguli waktu sekolah, pernah diajak."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved