Laka Maut di Tol Solo Ngawi

Duka Keluarga Mendiang Abdul Manan Kehilangan 5 Anggota Keluarga dalam Kecelakaan Maut di Tol Solo

Terkait dugaan penyebab kecelakaan, diduga karena sopir yang membawa minibus elf mengantuk.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
bobby constantine koloway/surya.co.id
Keluarga korban kecelakaan Jalan Tol Solo-Ngawi, Boyolali, Jawa Tengah, Luluk Maslicha ditemui di rumah duka di Jalan Kalilom Lor 1/25 RT/Rw 3, Kelurahan Tanah kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu petang (13/7/2024). Ia menunjukkan foto beberapa anggota keluarganya yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keluarga Almarhum Abdul Manan tak pernah menyangka kepergian rombongan pengurus yayasan SD Darul Falah ke Yogyakarta, Jumat malam (13/7/2024), menjadi perjumpaan mereka yang terakhir.

Di dalam kejadian ini, mereka kehilangan 5 anggota keluarga sekaligus.

Mereka adalah Abdul Manan (69) sebagai kepala keluarga sekaligus Kepala Yayasan, Achmad Rofiuzein (26) anak keenam (bungsu), Rifatul Fatati (27) sebagai anak menantu kelima, Adiba Mulazima Fuadah Falah (9) sebagai cucu pertama, dan Abdurohim (9 bulan) sebagai cucu kedua.

Kelima korban jiwa tersebut bertempat tinggal di Jalan Kalilom Lor 1/25 RT/Rw 3, Kelurahan Tanah kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Elf di Tol Solo-Ngawi Adalah Keluarga Pimpinan YP Darul Falah Surabaya

Selain mereka, satu korban meninggal lainnya adalah Ahmad Fendi Ghozali (24).

Warga Desa Teken Glagahan Kecamatan Loceret, Nganjuk, sebagai pemandu wisata minibus tersebut.

"Benar, 5 dari 6 korban meninggal dunia masih memiliki ikatan keluarga. Satu orang adalah pemandu," kata pihak keluarga korban, Luluk Maslicha ditemui di rumah duka, Sabtu petang (13/7/2024).

Pihak keluarga bercerita, rombongan berisi 20 penumpang dan 2 kru kendaraan tersebut berangkat ke Yogyakarta, Jumat malam (12/7/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.

Menaiki Isuzu Elf dengan nopol AG 7810 V, rombongan yang berisi pengajar Yayasan SD Darul Falah berserta keluarga akan berlibur di penghujung libur sekolah.

Keputusan berlibur tersebut diambil setelah pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Yayasan bersama di SD.

"Dari yayasan ingin mengajak refreshing guru ke Jogja," kata Luluk yang merupakan anak dari Almarhum Abdul Manan tersebut.

Untuk berangkat ke Yogyakarta, sang adik, Achmad Rofiuzein (salah satu korban jiwa) bertugas mencari kendaraan.

"Jadi kami tidak tahu, ini Elf yang dikendarai itu dari mana dan seperti apa," kata perempuan enam bersaudara ini.

Luluk bercerita, anggota keluarganya yang menjadi korban jiwa tersebut juga menjadi guru di sekolah tersebut.

Achmad Rofiuzein (26) merupakan guru olahraga, sedangkan Rifatul Fatati (27) merupakan guru Bahasa Arab.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved