Laka Maut di Tol Solo Ngawi

SOSOK Abdul Manan Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Tol Solo-Ngawi, Ketua MUI Kenjeran Surabaya

Abdul Manan (69), satu di antara enam korban tewas kecelakaan maut Minibus Elf menabrak truk bermuatan bata ringan di Tol Solo-Ngawi

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Luhur Pambudi/TribunJatim.com
Abdul Manan semasa hidup. Abdul Manan (69), satu di antara enam orang korban tewas kecelakaan maut Minibus Elf menabrak truk bermuatan bata ringan di Tol Solo-Ngawi, KM 497.800, pada Sabtu (13/7/2024) dini hari, merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Darul Falah Surabaya. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Abdul Manan (69), satu di antara enam korban tewas kecelakaan maut Minibus Elf menabrak truk bermuatan bata ringan di Tol Solo-Ngawi, KM 497.800, pada Sabtu (13/7/2024) dini hari, merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Darul Falah Surabaya.

Selain sebagai pimpinan yayasan Islam, kakek dua cucu itu juga merupakan tokoh masyarakat yang dikenal sebagai sosok penting di organisasi keislamannya Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Menurut istrinya, Luluk Maslicha (66), sang suami juga menjabat sebagai Ketua Rais Syuriah NU Kecamatan Kenjeran, Surabaya, selama enam periode, selama 30 tahun.

Kemudian, Abdul Manan juga diketahui menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Baca juga: Cerita Penumpang Selamat Kecelakaan Elf di Tol Solo-Ngawi, Teriak Minta Pertolongan Warga

"Beliau Ketua Yayasan Pendidikan Darul Falah Surabaya. Jabatan Rais Syuriah NU Kenjeran selama 30 tahun, 6 periode. Ketua MUI Kenjeran. Beliau dikenal sebagai toko agama tokoh masyarakat," katanya saat ditemui SURYA.co.id di rumah duka, Sabtu (13/7/2024).

Selain itu, Luluk Maslicha (66) menambahkan, suaminya itu juga dikenal sebagai aktif dalam membina beberapa kegiatan keagamaan, mulai dari menjadi Khatib sekaligus Imam Salat Jumat di hampir seluruh masjid kawasan Surabaya Utara.

Kemudian, memandu istigasah setiap selesai menunaikan Ibadah Salat Subuh, di masjid utama Yayasan Pendidikan Darul Falah Surabaya, yang berlokasi di kompleks belakang rumah.

"Abah ngimami jumatan di masjid-masjid sesuai jadwal. Iya khatib rutin. Setiap minggu selalu rutin jamaah istigasah rutin setiap habis subuh di musala belakang," jelasnya.

Peristiwa nahas yang menimpa suami, anak, menantu dan cucunya itu, membuat benak Luluk menyeruak kenangan-kenangan indah di masa lalu.

Salah satunya, saat dirinya bersama sang suami menunaikan ibadah umrah bersama pada pertengahan Bulan Ramadhan, tahun 2023 silam.

Menurutnya kenangan itu, begitu membekas, selain karena bisa beribadah di Mekkah, prosesi ibadah itu dilakukannya bersama sang suami, dalam rombongan kloter jamaah umrah berjumlah sedikit.

"Iya terakhir saya umrah sama abah, 13 hari sebelum puasa tahun kemarin 2023. Cuma 4 orang, kami berasa umrah privat. Pemandunya juga baik dan enak. Kami umrah selama 14 hari," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved