Idul Adha 2024

Festival Bakar Sate 2024 Kota Mojokerto, Bisa Makan Sate Gratis Sepuasnya di Momen Idul Adha

Festival Bakar Sate ini sudah digelar empat kali oleh Pemkot Mojokerto yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

surya.co.id/mohammad romadoni
Salah satu sajian sate dalam Festival Bakar Sate HUT Kota Mojokerto ke-106, di halaman Parkir GOR Seni Majapahit, Senin (17/6/2024) malam. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Festival Bakar Sate 2024, rangkaian HUT Kota Mojokerto ke-106 berhasil memikat antusiasme ribuan masyarakat di Mojokerto Raya.

Pengunjung tampak memadati deretan stand Festival Bakar Sate yang dipusatkan di halaman parkir GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, Senin (17/6/2024) malam.

Para peserta terlihat cekatan saat mengolah daging kambing untuk dijadikan sate. Aroma smoky tercium dari sajian sate dengan bumbu lezat yang dibakar di atas arang.

Berbagai jenis kreasi olahan sate dari peserta, mulai dari masakan emak-emak rumahan, sajian restoran 
hingga ala hotel berbintang.

Hasil kreasi sate lalu diserahkan ke panitia untuk dinilai oleh dewan juri.

Di sela penjurian itu, hadir Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro didampingi Nia Wayanti berkeliling ke seluruh stand bakar sate. 

Mereka pun menyaksikan langsung proses pengolahan sate dan kreasi yel-yel dari peserta Festival Bakar Sate. Keduanya juga mencicipi kreasi sate tersebut.

"Festival Bakar Sate ini adalah rangkaian HUT Kota Mojokerto ke-106. Semoga tahun depan lebih meriah lagi, dengan kreasi-kreasi sajian olahan sate," ucap Ali Koncoro.

Peserta Festival Bakar Sate dari seluruh OPD, Kecamatan, Kelurahan, RSUD, Sekolah dan masyarakat termasuk rumah makan tersohor di Kota Mojokerto.

Festival Bakar Sate ini sudah digelar empat kali oleh Pemkot Mojokerto yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Bahkan dikatakan Ali Kuncoro, Festival Bakar Sate dapat menjadi agenda event tahunan yang sangat potensial untuk menarik wisatawan ke Kota Mojokerto.

"Ini sesuatu yang menarik dan saya harapkan bisa menjadi event tahunan, yang tidak hanya dinikmati masyarakat Kota Mojokerto. Tapi juga Upgrade atau naik kelas dinikmati regional tingkat provinsi bahkan hingga nasional," cetusnya.

Menurut dia, Pemda dan stakeholder diharapkan memberikan perhatian penuh terkait anggaran, sehingga pelaksanaan Festival Bakar Sate semakin semarak di tahun 2025 mendatang.

"Harus kita anggarkan dengan baik, dihadapkan kita ada Ketua DPRD. Saya harapkan di HUT Kota Mojokerto ke-107 nanti, tolong ada anggaran yang spesifik khusus untuk hari jadi kota Mojokerto," kata Ali Kuncoro.

Mas Pj mengungkapkan ia optimistis adanya support masif maka penyelenggaraan Festival Bakar Sate akan memberikan dampak baik bagi Kota Mojokerto.

Terlebih, kreasi dalam olahan sate dapat berdampak positif bagi Pemkot Mojokerto dan masyarakat setempat.

"Kita mengajak masyarakat untuk mengembangkan kreasinya (Olahan sate), ini akan menjadi ikon baru dan tentu dampaknya bisa kemana-mana. Masyarakatnya bahagia, ekonominya tumbuh. Pemerintah Kota dianggap bermanifestasi secara tepat untuk masyarakatnya," bebernya.

Ia mengatakan penyelenggaraan Festival Bakar Sate 2024, dapat menjadi event yang dapat berkontribusi mendukung Kota Mojokerto menuju kota wisata sejarah, mandiri, berdaya saing dan berdampak.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, sesuatu yang membanggakan, guyub rukun dan kebersamaan tampak dan saya melihat nyata pentahelix ada di sini di Kota Mojokerto," ungkapnya.

Ali Kuncoro juga memberikan applause bagi pemenang Festival Bakar Sate 2024. 

Adapun nominasi Festival Bakar yang dilombangkan mulai dari sajian sate, yel-yel hingga dekorasi stand.

Ia juga memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai Rp 500.000 bagi para pemenang Festival Bakar Sate.

"Siapapun nanti pemenangnya tidak usah terlalu jemawa, nanti masih ada tahun-tahun berikutnya. Bagi siapapun pemenangnya dapat tambahan masing-masing Rp 500.000 dari Mas Pj," pungkasnya.

Setelah dewan juri melakukan penilaian, para pengunjung menikmati sajian sate gratis yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto melalui KORPRI Kota Mojokerto.

Salah satu peserta Festival Bakar Sate dengan dekorasi stand dan yel-yel khas Majapahit dari SMP Negeri 8 Kota Mojokerto.

Kepala SMPN 8 Mojokerto, Siti Nuryati mengaku dekorasi stand khas Majapahit dengan Pandawa Lima yang dimodifikasi menjadi tema yel-yel tersebut.

Mereka begitu totalitas mengenakan kostum khas kerajaan Majapahit. Dia juga berharap Festival Bakar Sate terus digelar setiap tahunnya.

"Karena tentang Majapahit, kita memilih tema Pandawa lima dan semuanya diperankan oleh guru. Festival Bakar Sate ini sudah ke empat kalinya, sebaiknya diadakan terus setiap tahun karena event yang paling meriah," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved