Idul Adha 2024
Sapi Jantan Bangkalan Terbanyak di Jatim Pakai Eartag, Total 4.000 Ekor Dikirim ntuk Hewan Kurban
Kabupaten Bangkalan paling banyak di Jatim melakukan penandaan dan pendataan eartag pada hewan ternak berkuku genap
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan paling banyak di Jatim melakukan penandaan dan pendataan eartag pada hewan ternak berkuku genap, khususnya sapi dan kerbau.
Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Bangkalan sejak Juli 2022 hingga pertengahan Bulan Juni 2024 telah memasang sedikitnya 252.251 eartag di telinga sapi-kerbau jantan dan betina.
Aplikasi Identik PKH dari Bidang Pembibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan (P4) Dinas Peternakan Bangkalan mencatatkan, dari total 252.251 eartag yang terpasang didominasi sapi-kerbau jantan hingga mencapai 179.077 ekor dan betina 73.174 ekor.
Sementara pemasangan eartag pada sapi-kerbau jantan di 37 kabupaten/kota lainnya di Jatim belum satu pun yang menyentuh angka di atas 100 ribu.
Kabupaten Malang yang berada di urutan kedua dengan jumlah total 244.146 eartag, malah didominasi sapi-kerbau betina sejumlah 182.446 ekor dan jantan sejumlah 61.700 ekor.
Seperti halnya Kabupaten Malang, Kabupaten Tuban yang berada di urutan ketiga juga didominasi sapi-kerbau betina sejumlah 133.986 eartag. Sementara capaian eartag pada sapi-kerbau jantan sejumlah 37.684 ekor.
Dominasi capaian penandaan eartag pada telinga sapi-kerbau betina juga terpantau di Kabupaten Lumajang sejumlah 120.253 ekor dan sapi-kerbau jantan sebanyak 28.359 ekor.
Selanjutnya Kabupaten Kediri sejumlah 117.706 ekor betina dan 30.773 ekor jantan, Kabupaten Blitar sejumlah 113.166 ekor betina dan 33.573 ekor jantan, Situbondo sejumlah 119.770 ekor betina dan 13.665 ekor jantan.
Kepala Bidang P4 Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Suba’i mengungkapkan, dominasi capaian pemasangan eartag pada sapi-kerbau jantan Bangkalan tidak lepas karena Bangkalan merupakan pintu keluar pengiriman sapi untuk kebutuhan kurban pada momen Hari Raya Idul Adha.
“Sapi jantan Bangkalan memang banyak diburu masyarakat Jawa Timur bahkan masyarakat di luar Pulau Jawa untuk kebutuhan hewan kurban. Di Bangkalan juga banyak penggemukan sapi, beberapa di antaranya milik orang dari luar Bangkalan. Jelang Lebaran Kurban barulah dijual,” ungkap Suba’i, Rabu (19/6/2024).
Tingginya permintaan sapi untuk kebutuhan hewan kurban, lanjutnya, pihak Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan memperketat arus pengiriman sapi dengan memaksimalkan regulasi kesehatan hewan.
Mulai dari penerbitan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK) hingga pemasangan eartag yang hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Bidang P4 Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan.
“Apalagi momen Idul Adha kemarin, ribuan sapi jantan ditampung terlebih dahulu sebelum dikirim,” jelas Suba’i.
Seperti diketahui, sebaran PMK di Kabupaten Bangkalan pernah menjadi mimpi buruk bagi dinas peternakan setempat pada Juni 2024 silam.
Ratusan sapi kala itu setiap hari tertular hingga terjangkit virus PMK. Hingga Bangkalan berstatus zona hitam setelah terjerembab di dasar kubangan virus PMK.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Dzulhijjah Pahalanya Seperti Puasa Setahun, Yuk Amalkan |
![]() |
---|
Perkuat Kebersamaan Lewat Idul Adha, PCNU Surabaya Juga Bagikan Daging Kurban ke Warga Non Muslim |
![]() |
---|
Idul Adha 2024, PGN Bagikan 382 Hewan kurban di Sekitar Wilayah Operasional |
![]() |
---|
Pengepul Kulit di Lamongan Kebanjiran Pasokan saat Idul Adha 2024, Sehari Tembus 30 Ton |
![]() |
---|
Hukum Menjual Daging Kurban Idul Adha |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.