Kamis, 16 April 2026

Berita Gresik

1 Warga Gresik Korban Tertimpa Rumah Kontainer di Perairan Madura Ditemukan Tewas, Ini Ciri-Cirinya

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari tujuh orang korban tertimpa rumah kontainer di area PHE WMO

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
ist
Evakuasi satu warga Gresik tertimpa rumah kontainer di perairan Madura, Minggu (16/6/2024). 

SURYA.co.id | GRESIK - Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari tujuh orang korban tertimpa rumah kontainer di area PHE WMO, pada hari keempat pencarian, Minggu (16/6/2024).

SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, Muhamad Hariyadi, mengatakan, tim KN SAR 249 Permadi yang sedang melakukan pencarian di area.

"Melihat ada satu jenazah yang terapung di perairan laut, tepatnya di koordinat 06° 52' 33" S 112° 46' 07" E," ujar Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, satu tim kecil kemudian dikerahkan dengan menggunakan satu unit sekoci KN SAR 249 Permadi untuk mendekati jenazah yang mengapung tersebut.

"Jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri memakai celana jeans, kaos hitam dan gelang kain hitam," tambahnya.

Sekitar pukul 16.08 WIB, jenazah tersebut berhasil dievakuasi tim sekoci ke atas KN SAR 249 Permadi.

Selanjutnya, jenazah tersebut dibawa menuju ke pelabuhan Gresik dan berhasil bersandar sekitar pukul 18.00 WIB.

Pihak berwenang kemudian membawa jenazah ke RSUD Ibnu Sina Gresik guna keperluan identifikasi.

Sebelumnya dalam upaya pencarian para korban di hari keempat ini, tim SAR gabungan kembali mengerahkan tiga unit kapal dan satu pesawat, yaitu KN SAR 249 Permadi BASARNAS, KP Hiu 09 KKP, KN 116 Chundamani KPLP Tanjung Perak, serta pesawat ATR 42-320 PK YRE milik KKP.

Proses pencarian korban dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Keempat Alut tim SAR gabungan ini melakukan pencarian di area yang telah ditetapkan melalui aplikasi SAR Map, dengan radius sekitar 40 mil laut dari lokasi kejadian.

Sekitar pukul 08.03 WIB, tim KN SAR 249 Permadi dapat berkomunikasi dengan pilot pesawat ATR 42-320 PK YRE.

Komunikasi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan upaya pencarian dengan menggunakan pola yang sama pada hari sebelumnya, yaitu pola creeping line.

Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan SROP Surabaya dan VTS Surabaya guna pemapelan informasi kejadian tersebut kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Hal ini dimaksudkan agar mereka memberikan bantuan jika menemukan para korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved