Berita Bangkalan

Rezeki Saat Arus Balik, Pemudik Serbu Kerupuk, Keripik Sampai Petis di PKL Akses Suramadu Bangkalan

Bunyi klakson serta deru mesin kendaraan bermotor seakan melebur bersama riuh suara pengunjung lapak-lapak PKL Suramadu.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Para pengunjung menyerbu lapak-lapak PKL sepanjang akses Suramadu sisi Bangkalan untuk membeli oleh-oleh saat kembali ke Pulau Jawa, Senin (15/2024). 


SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Jembatan Suramadu tidak hanya membuka akses cepat Surabaya-Madura, tetapi juga menjadi pintu rezeki bagi pelaku usaha. Terutama saat periode arus mudik sekarang, para PKL di sepanjang akses Suramadu sisi Madura menuai pemasukan lebih besar dari para pemudik.

Senin (15/4/2024) siang, terlihat para pengunjung silih berganti berdatangan, menepikan kendaraan untuk berbelanja suvenir, camilan, hingga petis Madura sebagai buat oleh-oleh sekembali ke Pulau Jawa.

Bunyi klakson serta deru mesin kendaraan bermotor seakan melebur bersama riuh suara pengunjung lapak-lapak PKL Suramadu. Para pengunjung yang melintasi akses Suramadu bukan hanya berasal dari Pulau Jawa, melainkan juga dari luar Jawa.

“Kebetulan yang dibeli camilan sama suvenir, ini untuk oleh-oleh buat teman-teman di Jawa. Ketika saya pulang ke Madura pada momen mudik lebaran, mereka titip untuk oleh-oleh suvenir atau camilan khas Madura,” ungkap Titik Rachma, warga Kota Bangkalan yang hendak kembali ke tanah rantau di Jakarta.

Barang–barang dagangan PKL yang laris manis diborong para pengunjung kebanyakan adalah rengginang, layangan, pakaian adat khas Madura, barongsai, hingga petis Madura tidak luput dari sasaran belanja para pengunjung.

“Biasanya teman-teman titip dibelikan rengginang, suvenir, gantungan kunci berbentuk celurit, termasuk kerupuk, dan keripik. Beberapa teman juga titip untuk dibelikan petis khas Madura,” pungkas Titik.

Seorang PKL, Khadijah mengungkapkan, lonjakan para pengunjung terjadi sekitar sepekan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Para PKL masih bisa mengais sisa Lebaran justru pada momen-momen arus balik ini.

Ramainya para pembeli biasanya terjadi hingga H+7 Idul Fitri atau saat Lebaran Ketupat, Rabu (17/4/2024). “Alhamdullilah laku banyak, mulai layangan, rengginang, barongsai, suvenir dan camilan khas Madura,” singkatnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved