Ledakan di Markas Brimob Surabaya

Kapolda Jatim Akui Gudang Penyimpanan Bahan Peledak di Markas Brimob Surabaya Kurang Proporsional

Hal tersebut sempat diakui Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat memberikan keterangan pers

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/luhur pambudi
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto 

Namun, ia tak menampik, salah satu penyebab masih munculnya insiden tak terduga; ledakan tersebut, disamping klaim pelaksanaan SOP yang telah berjalan maksimal, karena kondisi gudang yang diakuinya kurang proporsional.

"InsyaAllah itu sudah kami jalankan SOP-nya. Cuma mungkin. Proporsi gudangnya yang mungkin, harus kita taruh di tempat yang betul-betul aman. Ini kan pemukiman padat," pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Brimob (Dansatbrimob) Polda Jatim Kombes Pol Suryo Sudarmadi mengatakan, selama kurun waktu sebulan gudang barang handak tersebut tidak dibuka untuk membiarkan sirkulasi udara berputar di dalam ruangan.

Sehingga, hal tersebut memicu terjadinya kelembaban yang berlebihan, dan mengakibatkan reaksi senyawa kimiawi, ketika terpapar suhu ruangan di sekitar bangunan gudang yang panas karena matahari.

Sehingga terjadilah ledakan hebat yang memporak-porandakan beberapa bangunan markasnya.

Selain itu, lanjut Suryo, pihaknya beberapa bulan lalu belum dapat melaksanakan agenda kegiatan pemusnahan atau disposal handak, karena sejumlah anggotanya harus dikerahkan melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilu 2024.

"Dalam waktu 1 bulan ini, gudang itu, tidak dibuka. Nah itu memicu kelembaban tadi, panas. Karena kita fokus pemilu, beberapa hari kemarin. Jadi kegiatan disposal tidak dilaksanakan. Sehingga gudang tersebut dalam keadaan terkunci," kata mantan Dansatbrimob Polda Kalimantan Tengah itu, pada awak media di lokasi.

Hal senada juga disampaikan Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo.

Bahwa kondisi gudang yang juga minim akan komponen pendukung untuk sirkulasi udara; ventilasi, juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya suhu di dalam ruangan.

Ditambah lagi, pada momen ledakan terjadi pada pukul 10.00 WIB, kondisi cuaca di area sekitar markas sedang dalam keadaan panas karena terik matahari siang.

"Gak ada sirkulasi udara itu. Dan ruangannya juga ventilasinya terbatas, karena untuk gudang ya. Sehingga memicu, ya kalau ruangan lama tidak dibuka, kan panas, apalagi jam 10 lagi panas-panas," ujar Sodiq pada awak media di lokasi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved