Lipsus Investasi

Pertumbuhan Investasi di Blitar Raya Akan Didukung oleh Proyek JLS dan Jalan Tol

Pada 2023, nilai investasi di Kota Blitar mencapai Rp 385,06 miliar dan nilai investasi di Kabupaten Blitar tembus Rp 2,9 triliun.

|
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Akira Tandika
Surya.co.id/Samsul Hadi
Kondisi Hotel Santika di Jl Ir Sukarno Kota Blitar yang baru beroperasi awal 2024 ini. Investasi jenis perhotelan dan pabrik rokok mulai tumbuh di Kota Blitar. 

Namun, pada 2022, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar kembali naik menjadi Rp 1,7 triliun.

Sedang pada 2023, nilai realisasi investasi di Kabupaten Blitar tembus mencapai Rp 2,9 triliun.

Koordinator Bidang PTSP DPMPTSP Kabupaten Blitar, Rendra Dwi Santoso mengatakan jenis investasi yang mendominasi di Kabupaten Blitar, yaitu, usaha makanan dan minuman.

Pada 2023, ada 15.554 nomor induk berusaha (NIB) diterbitkan oleh DPMPTSP Kota Blitar. NIB yang diterbitkan didominasi pelaku UKM.

"Kalau dibandingkan periode sebelumnya, jumlah NIB yang kami terbitkan pada 2023 ada kenaikan signifikan," kata Rendra, Senin (19/2/2024).

Menurut Rendra, sebagian masyarakat Kabupaten Blitar sudah sadar pentingnya perizinan berusaha. Karena, kalau para pelaku usaha tidak punya izin lengkap, mereka tidak bisa menjual produknya di pasar.

"Karena, sekarang, pasar sudah mengerti produk harus berizin untuk bisa diperjual belikan," ujarnya.

Dikatakan Rendra, potensi investasi di Kabupaten Blitar, yang pertama masih didominasi di sektor makanan dan minuman.

Lalu, kedua ada sektor peternakan, pertanian dan perikanan. Industri selain makanan dan minuman seperti industri kayu lapis juga banyak di Kabupaten Blitar.

"Peternakan ayam dan peternakan ikan koi juga banyak di Kabupaten Blitar. Dengan luas yang kami punya, tentunya Kabupaten Blitar memiliki beragam potensi investasi," katanya.

Selain itu juga ada jenis investasi modal asing (PMA) yang masuk di Kabupaten Blitar. Investasi modal asing di Kabupaten Blitar, peternakan susu perah Greenfield dari Australia dan pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) dari Thailand.

Rendra memprediksi nilai investasi di Kabupaten Blitar terus berkembang. Mengingat, Kabupaten Blitar masuk dalam proyek strategis nasional jalur lintas selatan dan proyek jalan tol Malang-Blitar-Tulungagung.

"Proyek strategis nasional JLS dan jalan tol menurut kami akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Dengan pertumbuhan ekonomi itu tentunya banyak orang berusaha, orang berusaha membutuhkan legalitas. Dengan legalitas itu tentunya menambah jumlah investasi di Kabupaten Blitar," katanya.

Menurutnya, sudah ada beberapa investor yang tanya soal titik exit tol di Kabupaten Blitar. Ia berharap dengan adanya jalan tol akan mempermudah investor berinvestasi di Kabupaten Blitar.

Kondisi itu sama dengan di lokasi jalur lintas selatan di Kabupaten Blitar. Sudah ada investor asing yang ingin masuk membuat pembangkit listrik tenaga angin di sekitar wilayah jalur lintas selatan.

"Yang pembangkit listrik tenaga angin sudah komunikasi dengan kami. Rencananya di sekitaran Wonotirto di daerah Ngeni akan dibangun menara tenaga listrik dari angin oleh investor dari China. Sekarang masih menunggu penyelesaian izin usahanya. Sementara sudah tahapan komunikasi, karena wewenangnya dari pemerintah pusat," katanya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved