Lipsus Investasi

Investasi di Gresik Terbaik, Wilayah Utara dan Selatan Punya Ciri Khas Menarik Bagi Investor

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, M. Choirul Rizal mengapresiasi investasi di Kabupaten Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Akira Tandika
IST
Ketua KADIN Gresik Choirul Rizal (kiri). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, M. Choirul Rizal mengapresiasi investasi di Kabupaten Gresik. Pernah menyabet terbaik di Indonesia. Ramah investasi.

Buktinya, banyak kawasan Industri berdiri di Gresik. Jumlah perusahaan mencapai ribuan. Paling besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

Pemerintah daerah dengan pemerintah pusat selalu berkolaborasi untuk menunjang sarana dan prasarana di Kabupaten Gresik. Mulai dari pelebaran jalan raya Manyar, kemudian akan jalan tol menuju KEK JIIPE. Ditambah lagi dermaga pelabuhan Gresik di pesisir utara memudahkan para pengusaha. Di wilayah selatan, Gresik berbatasan dengan Kota Surabaya, investasi dibidang properti menjanjikan di sini.

Selama gelaran Pilpres, Pileg, Pilkada, investasi di Kabupaten Gresik tidak tengaruh, karena masyarakatnya terbilang kondusif.

"Investasi di Gresik cukup tinggi, investasi tahun kemarin paling tinggi, Gresik punya KEK. Terkait pemilu hingga hari ini konsufitias kita baik sekali, kedepan keamanan kondusi wilayah baik insya allah investasi akan berjalan. Di wilayah utara itu investasi besar sekali sudah beberapa perusahaan sudah, masuk infrastruktur pemerintah daerah cukup memadai, KEK di Gresik berbeda dengan daerah lainnya, jalan raya Manyar diperlebar ke KEK JIIPE  ada jalan tol di depan JIIPE. Pemkab Gresik dan Pemerintah Pusat mendukung adanya KEK JIIPE. Nanti di daerah sidayu ada pelabuhan baru lagi," ucapnya.

Menjadi permasalahan  hari ini, kata Rizal sapaan akrabnya, bagaimana caranya investasi baik di kota Gresik berimbas langsung ke masyarakat hari ini belum terasa besar. Pabrik banyak masuk ke Gresik pengangguran tinggi, kemiskinan turun tapi masih tinggi.

Gresik sudah Regulasi Ketenagakerjaan tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Pudak. Kemudian ada Perda konten lokal.

"Perda tenaga kerja menyerap 60 persen tenaga kerja Gresik lebih tinggi dibanding di tingkat nasional hanya 30 persen, tapi itu belum menjawab pengangguran yang ada di Gresik. Adanya legowo perusahaan menampung tenaga kerja lokal kita. Di satu sisi kita harus siapkan diri perusahaan-perusahaan yang datang kompetensi masyarakat Gresik cukup kurang di level menengah ke atas. Di Smelter Freeport ada 430 lebih warga Gresik tertampung. masih di level supervisor ke bawah. Mari masyarakat Gresik meningkatkan kompetensi yang ada," imbuhnya.

Terkait kendala atau keluhan, menurut Rizal, tidak terlalu besar, perizinan sudah sangat dipermudah. Infrastruktur memang belum 100 persen, sudah dikejar Pemkab dibantu pemerintah pusat.

"Culture terkenal Kota santri pemerintah daerah mendukung culture, memang beberapa investor karena banyak PMA mengeluh. Culture islamic harus dipertahankan, tidak masalah jika mereka menyesuaikan budaya mereka di Surabaya. Karena di Gresik kota santri, kita pertahankan budaya kita, ada dua makam Wali di Kabupaten Gresik, banyak sesepuh pemuka agama islam di Kabupaten Gresik, banyak pondok pesantren di Gresik," tutupnya.

Nilai investasi PMA di Gresik jauh lebih besar dibanding PMDN. Perusahaan dari China dan Amerika ada di Gresik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved