Pemilu 2024

Daftar 5 Orang Meninggal saat Coblosan Pemilu 2024 di Jatim: 2 Ambruk di Bilik, 1 Tersetrum Listrik

Lima orang meninggal dunia saat gelaran pemilu 2024 di Jawa Timur. Ini sosok-sosoknya!

Penulis: Dya Ayu | Editor: Musahadah
kolase surya.co.id/dya ayu/imam nahwawi
Jasad Rubaika, pemilih pemilu 2024 yang ambruk di bilik saat akan dimakamkan. Foto kanan: TPS tempat Mustakim tersengat listrik. 

"Jenazah (korban) sekarang mau dikebumikan.Dugaan sementara korban meninggal, kesetrum mik dari audio yang ia miliki dan ia pasang, demi kelancaran pemilu di desa kami," katanya.

5. Warga ambruk di bilik suara

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman saat mengungkap adanya pemilih yang meninggal di TPS. Foto kanan: suasana pemakaman ketua KPPS di Medan.
Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman saat mengungkap adanya pemilih yang meninggal di TPS. Foto kanan: suasana pemakaman ketua KPPS di Medan. (kolase surya/aflahul abidin/tribun medan)

Seorang pemilih bernama Ngatiyem (65) meninggal dunia saat hendak mencoblos di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (14/2/2024).

Ia tewas saat berada di bilik suara.

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman menjelaskan, Ngatiyem merupakan pemilih di TPS 12.

Baca juga: Momen 3 Ibunda Cawapres Mencoblos: Ibu Cak Imin Jalan Kaki, Ibu Mahfud MD Berdoa, Ibu Gibran di Sini

"Kami baru saja mendapat informasi dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) setempat. Informasi sementara yang kami terima, yang bersangkutan memang memilih di TPS tersebut," kata Dwi.

Dwi menjelaskan, tempat tinggal Ngatiyem berada dekat dengan TPS. Tepatnya di seberang TPS. Ia berangkat dari rumah untuk menggunakan hak suaranya.

Setelah datang, Ngatiyem mendapat lima surat suara dan membawanya ke bilik suara.

Ia sempat membuka sebagian surat suara.

Tiba-tiba saja setelah itu, Ngatiyem lunglai dan pingsan. Para petugas yang berada di lokasi bergegas menolongnya.

Mereka membawa Ngatiyem ke tempat yang lebih longgar untuk diberi pertolongan awal.

Namun sayangnya, nyawa Ngatiyem tak tertolong. Menurut Dwi, Ngatiyem dinyatakan meninggal tak lama setelah pingsan.

Menurut Dwi, Ngatiyem belum sempat mencoblos sebelum pingsan dan meninggal.

"Belum sempat mencoblos. Informasi awalnya seperti itu," kata dia.

Dugaan sementara, Ngatiyem tewas karena sakit. Menurut keterangan keluarga, ia punya riwayat darah tinggi.

Dwi menjelaskan, tak ada laporan warga meninggal lain selain kasus tersebut. Ia berharap, pemilih dan petugas KPPS memperhatikan kesehatan selama bertugas. (tim surya.co.id)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved