Pemilu 2024
Daftar 5 Orang Meninggal saat Coblosan Pemilu 2024 di Jatim: 2 Ambruk di Bilik, 1 Tersetrum Listrik
Lima orang meninggal dunia saat gelaran pemilu 2024 di Jawa Timur. Ini sosok-sosoknya!
SURYA.CO.ID - Pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah keluarga di Jawa Timur.
Dari catatan surya.co.id, tercatat ada lima orang yang meninggal selama gelaran pemilu 2024 pada Rabu (14/2/2024).
Penyebab meninggalnya beragam, ada yang sakit hingga tersetrum aliran listrik.
Berikut rangkumannya:
1. Ketua KPPS meninggal
Baca juga: 3 Strategi Jitu Komeng Raih Suara Tertinggi Pemilihan DPD RI, Foto Nyelenehnya Sempat Dipertanyakan
Dulhanan (50), Ketua KPS di TPS 18 Dusun Pasinan Timur, Desa/Kecamatan Singojuruh yang meninggal dunia usai proses penghitungan suara capres-cawapres pada Rabu (14/2/2024) pukul 15.00 WIB.
Sebelum meninggal, Dulhanan sempat mengeluh pusing dan sesak napas saat bertugas.
Anggota PPS Desa Singojuruh, Abdul Konik menerangkan, korban meminta agar dibawa ke Puskesmas terdekat usai mengeluh sakit.
Ia pun dibawa ke Puskesmas dengan kondisi cukup memprihatinkan.
Saat itu, napas Dulhanan sudah mulai tersengal-sengal. Perawatan di puskesmas tidak membuat kondisinya membaik. "Ia kemudian dirujuk ke RS PKU Muhamadiyah Rogojampi," kata Konik.
Di rumah sakit itu, Dulhanan sempat mendapat perawatan cukup intensif. Ia diberi bantuan pernapasan melalui selang oksigen. Kondisinya pun sempat membaik. Sayangnya, kondisi itu tidak bertahan lama.
"Teman-teman PPK sempat menjenguk saat kondisinya mulai membaik. Tetapi kemudian mendapat kabar bahwa beliau kritis," tambahnya.
Dulhanan pun akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Ia dibawa pulang dan disemayamkan di rumahnya.
Konik mengaku tidak mengetahui persis penyebab meninggalnya Dulhanan. Ada kemungkinan, ia dalam kondisi kelelahan saat terakhir kali bertugas. "Ada tidaknya penyakit bawaan, kami belum bisa memastikan," katanya.
2. Rubaika ambruk usai coblos 3 surat suara
Di tengah hiruk pikuk pemilu, keluarga Rubaika (55) warga RT 03 RW 05, Desa Sumberejo Kecamatan Batu, Kota Batu justru tengah merasakan duka mendalam.
Pasalnya saat momen pencoblosan atau memberikan hak pilihnya di bilik suara TPS 21 Desa Sumberejo, Rubaika pingsan dan akhirnya meninggal dunia dihari pemungutan suara Rabu pagi.
Menurut Linmas yang berjaga di TPS 21, Edi Purwandi, saat berada di bilik suara Rubaika tiba-tiba pingsan. Sebelum pingsan dan meninggal dunia Rubaika sempat mencoblos 3 surat suara.
“Jadi Bu Rubaika tadi melakukan pencoblosan seperti biasa dan sempat mencoblos 3 surat suara. Lalu tiba-tiba beliau pingsan dan langsung ditolong,” kata Edi Purwandi, Rabu (14/2/2024).
“Saat ditolong sempat sadar, namun beliaunya pingsan lagi dan dibawa ambulan ke mau rumah sakit tapi sudah meninggal," tambahnya.
Sementara itu Suparman (65) suami Rubaika menjelaskan jika istrinya memang sudah lama memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes, namun sebelum meninggal pihaknya menuturkan sang istri tidak menunjukan tanda-tanda sakit ataupun ada firasat dari keluarga.
“Beberapa hari lalu istri saya sempat kontrol ke rumah sakit, tadi pagi juga terlihat sehat makanya berangkat ke TPS untuk mencoblos, namun usia tidak ada yang tahu dan hari ini Alloh menentukan lain. Kami keluarga ikhlas menerima,” tuturnya.
3. Linmas meninggal

Sugiono (60), anggota Satlinmas meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di TPS 6, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.pada, Rabu (14/2/2024).
Pantauan di rumah duka jalan Apotek Hidup, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sudah terdapat sebuah karangan bunga sebagai ucapan duka cita dari Wali Kota Madiun Maidi.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Kota Madiun, Rokhani Hidayat, menuturkan, almarhum wafat sekitar pukul 13.00 WIB.
“Almarhum meninggal ketika sedang istirahat, tepatnya makan siang. Pada saat itu almarhum tiba tiba jatuh pingsan sehingga mengejutkan rekan rekan KPPS,” ujar Rokhani.
Rokhani juga mengaku, sempat berinteraksi dengan almarhum, yang mulai berdinas di TPS tersebut sejak kemarin malam.
“Setelah jatuh pingsan, almarhum sempat dilarikan untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Setelah diperiksa korban dipastikan meninggal dunia,” paparnya.
Menurutnya, almarhum selama ini tidak melakukan pekerjaan berat. Aktivitas terakhir yang dilakoni sebelum meninggal adalah membersihkan TPS.
“Kami belum mengetahui riwayat penyakit almarhum. Ini jadi perhatian agar lebih menjaga kesehatan penyelenggara pemungutan suara,” tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, KPU Kota Madiun tengah mengurus dokumen santunan almarhum.
Mengingat, posisi Linmas, Adhoc, maupun penyelenggara pemilu terkait mendapat jaminan santunan kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Kami urus BPJS ketenagakerjaan beliau, semoga bisa keluar cepat.Masing TPS disiagakan 2 linmas.Total di kota madiun 1686 orang,” pungkasnya.
4. Perangkat desa tewas tersetrum listrik
Nasib apes menimpa Mustakim, Perangkat Desa di Jember ini tewas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Rabu (14/2/2024).
Pria yang menjabat Kaur Perencanaan Pemerintah Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang Jember ini, meregang nyawa karena tersengat aliran listrik saat memegang mic Sound system di TPS.
Kejadian tersebut, membuat Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat panik. Mereka langsung membawa korban ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.
Kapolsek Jombang AKP Adam membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, insiden tersebut terjadi di TPS 035 Desa Wringinagung Kecamatan Jombang Jember.
"Kejadian benar, beliau perangkat desa, dan meninggal karena terkena setrum dari audio yang ia putar saat itu," ujarnya saat di konfirmasi lewat sambungan telepon.
Menurutnya, korban merupakan pemilik sound dan tenda yang disewakan untuk TPS Pemilu 2024. Kronologi kejadian tersebut, pertama kali diketahui oleh Anggota KPPS sekira pukul 05.30 WIB.
"Korban merupakan Pemilik sound dan persewaan tenda yang tidak lain adalah perangkat desa yang meninggal akibat tersengat listrik dari audio yang ia putar (cek sound) untuk persiapan Pemilu," kata Adam.
Adam mengatakan polisi tengah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta menganalisa penyebab kejadian tersebut.
"Petugas melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti," ucapnya
Sementara itu Bayan Dwy, Perangkat Desa Wringinagung, menambahkan bahwa jenazah korban telah dimakamkan. Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
"Jenazah (korban) sekarang mau dikebumikan.Dugaan sementara korban meninggal, kesetrum mik dari audio yang ia miliki dan ia pasang, demi kelancaran pemilu di desa kami," katanya.
5. Warga ambruk di bilik suara

Seorang pemilih bernama Ngatiyem (65) meninggal dunia saat hendak mencoblos di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (14/2/2024).
Ia tewas saat berada di bilik suara.
Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraeni Rahman menjelaskan, Ngatiyem merupakan pemilih di TPS 12.
Baca juga: Momen 3 Ibunda Cawapres Mencoblos: Ibu Cak Imin Jalan Kaki, Ibu Mahfud MD Berdoa, Ibu Gibran di Sini
"Kami baru saja mendapat informasi dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) setempat. Informasi sementara yang kami terima, yang bersangkutan memang memilih di TPS tersebut," kata Dwi.
Dwi menjelaskan, tempat tinggal Ngatiyem berada dekat dengan TPS. Tepatnya di seberang TPS. Ia berangkat dari rumah untuk menggunakan hak suaranya.
Setelah datang, Ngatiyem mendapat lima surat suara dan membawanya ke bilik suara.
Ia sempat membuka sebagian surat suara.
Tiba-tiba saja setelah itu, Ngatiyem lunglai dan pingsan. Para petugas yang berada di lokasi bergegas menolongnya.
Mereka membawa Ngatiyem ke tempat yang lebih longgar untuk diberi pertolongan awal.
Namun sayangnya, nyawa Ngatiyem tak tertolong. Menurut Dwi, Ngatiyem dinyatakan meninggal tak lama setelah pingsan.
Menurut Dwi, Ngatiyem belum sempat mencoblos sebelum pingsan dan meninggal.
"Belum sempat mencoblos. Informasi awalnya seperti itu," kata dia.
Dugaan sementara, Ngatiyem tewas karena sakit. Menurut keterangan keluarga, ia punya riwayat darah tinggi.
Dwi menjelaskan, tak ada laporan warga meninggal lain selain kasus tersebut. Ia berharap, pemilih dan petugas KPPS memperhatikan kesehatan selama bertugas. (tim surya.co.id)
Pemilu 2024
Meninggal Saat Pemilu
KPPS Meninggal
petugas KPPS meninggal dunia
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Diusulkan Kembali Jadi Ad Hoc, Bawaslu Trenggalek Luncurkan Buku Tentang Pengawasan Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Dugaan Kasus Asusila, DKPP Periksa Komisioner Bawaslu Kota Surabaya |
![]() |
---|
Harta Kekayaan Annisa Mahesa, Anggota DPR Termuda yang Dilantik di Usia 23 Tahun, Totalnya Rp 5,8 M |
![]() |
---|
Sosok Jamaludin Anggota DPR RI Pakai Kostum Ultraman Jelang Pelantikan di Senayan, Pengusaha Top |
![]() |
---|
Sosok Romy Soekarno, Cucu Bung Karno Jadi Anggota DPR Usai Arteria Dahlan Mundur: Eks Suami Artis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.