Kamis, 16 April 2026

Berita Bojonegoro

Ada Sekolah Ambruk di Bojonegoro, DPRD Sebut Ironi Padahal Nilai APBD Sangat Besar

ruang itu memang sudah ketahuan rapuh selama beberapa bulan belakangan. Kerapuhan terutama terjadi pada kusen-kusennya.

Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Deddy Humana
surya/yusabalfaziqin (yusabalfaziqin)
Puing-puing atap ruang kelas 6 yang ambruk di SDN Ngadiluwih Bojonegoro, Rabu (3/1/2024). 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - DPRD Bojonegoro bersuara terkait ambruknya ruang kelas SDN Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, pada Rabu (3/1/2024) pagi. Sekretaris Komisi C, Ahmad Supriyanto menilai ambruknya ruang kelas itu merupakan ironi di tengah besarnya nilai APBD Bojonegoro.

"Adanya gedung sekolah yang ambruk itu ironi. Menampar dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro," ujar Mas Pri, sapaannya, Kamis (4/1/2023) sore.

Disebut ironi karena APBD Bojonegoro yang selama beberapa tahun terakhir mencapai sekitar Rp 7 triliun per tahun, dan digunakan untuk keperluan pendidikan minimal 20 persen.

Mas Pri meneruskan, persoalan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro seolah tak ada habisnya. Komisinya pun terus menekan Pemkab Bojonegoro menuntaskan ragam persoalan dimaksud.

Khusus terkait menuntaskan persoalan sarana prasarana (sarpras) pendidikan, ungkap politisi Partai Golkar ini, komisinya mengalkulasi Pemkab Bojonegoro butuh anggaran setidaknya Rp 900 miliar.

Ketika anggaran sudah ada, kendala kemudian muncul lagi. Yakni ternyata Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tidak memiliki bidang sarpras berisi sumber daya manusia (SDM) khusus.

"Kami sudah merekomendasi usulan Disdik Bojonegoro terkait pembentukan bidang khusus sarpras. Namun, hingga kini belum ada kabar pembentukan bidang khusus tersebut," terangnya.

Mas Pri berharap, ruang kelas SDN Ngadiluwih yang ambruk segera ditangani dan direhab. Bilamana ada sekolah lain mengalami hal serupa, maka perlu segera ditindaklanjuti.

Diberitakan sebelumnya, ruang kelas enam di SDN Ngadiluwih mengalami pelapukan dan ambruk pada Rabu (3/1/2024) pagi. Tak ada yang tahu proses ambruknya ruang dimaksud.

Namun ruang itu memang sudah ketahuan rapuh selama beberapa bulan belakangan. Kerapuhan terutama terjadi pada kusen-kusennya.

Terkait ambruknya ruang kelas enam ini, Disdik Bojonegoro belum mengambil keputusan konkret. Persisnya, Disdik Bojonegoro baru sebatas melakukan penilaian atau assessment.

Jika hasil assessment menyatakan ruang kelas itu ambruk karena dampak bencana, maka perbaikan atau rehab bisa dilakukan dalam waktu dekat. Jika tidak, perbaikan atau rehab baru bisa dilaksanakan akhir 2024. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved