Menjaga Ekonomi Jatim
Pentingnya Validasi Data agar Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Trenggalek Tepat Sasaran
Pemkab Trenggalek berupaya penuh mendukung capaian prioritas nasional dalam menghilangkan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
Ratna memastikan pada tahun 2024, anggaran kemiskinan ekstrem Trenggalek pasti lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.
Untuk itu, Pemkab Trenggalek telah memadankan sasaran lintas OPD agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
"Masalah data ini memang nomor 1, pak bupati tidak ingin hanya menggunakan data dari pusat dan mengadopsi total ranpa verifikasi lapangan," lanjut Ratna.
Pada tahun 2023, Pemkab Trenggalek telah mengeluarkan anggaran Rp 300 juta untuk melakukan verifikasi total dari lapangan dari rumah ke rumah.
Hasilnya dari lebih dari 4 ribu rumah yang masuk dalam kategori miskin, ada 423 rumah di antaranya adalah orang yang masuk dalam kategori mampu.
"Mereka langsung kita keluarkan dari data penerima, karena masih ada masyarakat miskin kita yang belum masuk data tersebut, makanya kita intens berkomunikasi dengan pemerintah desa untuk memvalidasi data," jelasnya.
Langkah-langkah tersebut terbukti ampuh menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan bahkan pada tahun 2023 ini Pemkab Trenggalek mendapatkan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 6 miliar karena berhasil menangani kemiskinan ekstrem.
Harian Surya Apresiasi Pemkot Malang Berkat Upaya Tekan Angka Kemiskinan |
![]() |
---|
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Bupati Ikfina Dorong Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Mojokerto |
![]() |
---|
PT Freeport Indonesia Sebut Kestabilan Ekonomi di Jatim Menjanjikan, Buat Investor Tak Ragu |
![]() |
---|
HUT Harian Surya ke-34, Pemkab Ponorogo Raih Penghargaan Indeks Ketahanan Pangan Terbaik 3 di Jatim |
![]() |
---|
BI Jatim Sebut Pengendalian Inflasi adalah Tantangan Bersama: Konsumsi dan Investasi Harus Dijaga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.