Remaja Lamongan Dibacok di Tuban

MISTERI Cewek Lamongan Lengannya Putus Dibacok di Tuban: Pilih Tutup Mulut, Sosok Pacar Disorot

Nasib pilu dialami RA, remaja perempuan asal Lamongan yang harus kehilangan lengan kanannya karena dibegal. 

|
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
kolase surya/hanif manshuri/istimewa
RA, cewek lamongan yang lengannya putus gara-gara dibacok di jalan. Kronologis dan penyebabnya masih misterius. 

SURYA.CO.ID I TUBAN - Nasib pilu dialami RA, remaja perempuan asal Lamongan yang harus kehilangan lengan kanannya karena dibegal. 

RA dibegal gangster saat melintas di Jalan Raya Tuban-Babat turut Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Rabu (1/11/2023) dini hari.

Anehnya, barang-barang berharga milik RA tidak hilang saat peristiwa tersebut.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Tuban Iptu Edi Siswanto mengungkapkan, tidak ada saksi mata dari peristiwa tragis itu.

Karena itu pihaknya belum bisa mengungkapkan kronologis kejadiannya.

Baca juga: TERJAWAB Sosok Sopir Alphard yang Angkut Korban Kasus Subang, Cara Bawa Jasad Buat Warga Histeris

Apalagi hingga kini, korban masih dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya dan belum bisa dimintai keterangan.

"Peristiwa persisnya masih kami selidiki," ujarnya saat dihubungi surya.co.id, Kamis (2/11/2023) siang.

Hingga saat ini, para personel Satreskrim Polres Tuban terjun dan menyebar di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan.

Perwira pertama polri dengan dua balok emas di pundak ini berharap, kondisi RA segera membaik supaya dapat dimintai keterangan.

"Dan personel Satreskrim Polres Tuban dapat lekas mendapat keterangan berharga mengenai kejadian ini," pungkasnya.

Di bagian lain, motif kawanan gangster membegal RA belum jelas.

Itu mengingat, barang berharga milik remaja perempuan berusia 14 tahun tinggal di Jalan Pramuka, Kelurahan/Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan tersebut, tak ada yang raib.

"Barang berharga milik RA semisal motor dan handphone masih ada. Tak ada yang dirampas," ujar Iptu Edi Siswanto, Kamis (2/11/2023) malam.

Fakta itu, lanjut Edi sapaannya, memunculkan dugaan bahwa kawanan gangster menyerang RA merupakan individu-individu yang mengidap mental atau karakter sporadis dan sadis.

"Namun, tetap saja. Kepastiannya bagaimana, belum jelas. Kami masih melakukan penyelidikan terkait kronologi peristiwa, pelaku, berikut motifnya," tandas Edi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved