Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

PERAN Perwira Polisi yang Rumahnya Digeledah di Kasus Subang, Perintah Banpol Masuk TKP Pembunuhan?

Peran seorang perwira polisi dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat terus dikuak penyidik.

Editor: Musahadah
kolase youtube heri susanto/tribun jabar
Banpol Uci diperiksa kali kedua oleh penyidik Polda Jabar terkait kasus subang. Keterlibatan oknum perwira polisi didalami. 

SURYA.co.id - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar terus menggali peran seorang perwira polisi dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Seperti diketahui, perwira polisi yang bertugas di lingkungan Polres Subang menjadi sorotan setelah polisi menggeledah rumahnya pada Selasa (31/10/2023).

Sosok perwira polisi ini terungkap setelah seorang tersangka, Muhammad Ramdanu alias Danu mengungkap kejadian sehari setelah korban Kasus Subang, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, tewas pada 19 Agustus 2022.

Danu menyebut sehari setelah Tuti dan Amel tewas dia menjaga lokasi kejadian.

Saat itu dia mendapati oknum banpol (bantuan polisi) menuju ke rumah TKP.

Baca juga: SOSOK Perwira Polisi Rumahnya Digeledah Terkait Kasus Subang, Keponakan Yosef atau Penyuruh Banpol?

Danu lalu diajak oknum banpol yang kemudian diketahui bernama Uci itu masuk ke TKP dan menguras bak mandi.

Keterangan polisi ini lalu membuat polisi menelisik keterlibatan banpol dalam kasus ini.

Dalam keterangan oknum banpol ini menyebut diperintah oleh oknum pejabat Polsek Jalan Cagak untuk masuk ke TKP.

Dari sini akhirnya, polisi juga memeriksa oknum pejabat yang diketahui sebagai perwira polisi ini.

Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan mengatakan, oknum banpol dan perwira polisi ini diperiksa sebagai saksi, setelah rumahnya digeledah pada Selasa 31 Oktober 2023.

Menurutnya, pemanggilan terhadap anggota Banpol dilakukan untuk menjelaskan soal kedatangannya ke tempat kejadian perkara (TKP) Subang dan diduga telah membersihkan kamar mandi.

Serta mengambil beberapa barang di rumah termasuk yang ada di mobil Alphard.

"Kita ingin mendapatkan keterangan yang pasti dari mereka, siapa yang memerintahkan kemudian tujuan utamanya apa," katanya.

Sementara terkait perwira polisi, menurut Surawan meskipun diperiksa, namun belum tentu dia terlibat dalam kasus ini.

Pemeriksaan dilakukan, untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan polisi tersebut yang memberikan perintah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved