Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
TERKUAK Sosok Polisi yang Perintah Banpol Terobos TKP Kasus Subang dan Kuras Bak Mandi Bareng Danu
Akhirnya terungkap sosok yang memerintahkan oknum bantuan polisi (banpol) memasuki TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
SURYA.co.id - Akhirnya terungkap sosok yang memerintahkan oknum bantuan polisi (banpol) memasuki TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Oknum banpol ini memasuki TKP sehari setelah pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada tanggal 19 Agustus 2021.
Saat itu, oknum banpol ini mengajak dan memerintahkan Muhammad Ramdanu alias Danu untuk membersihkan bak mandi yang dipakai pelaku untuk memandikan jasad Tuti dan Amel.
Banyak yang menduga ada sosok lain yang berada di balik aksi banpol menerobos TKP.
Ternyata dugaan itu benar.
Baca juga: SOSOK Mulyana Adik Yosef yang Terobos TKP Kasus Subang: Anaknya Polisi, Pasang Badan Sewa Pengacara
Dalam wawancara yang diunggah di channel youtube Indra Zainal Chanel, oknum banpol bernama Uci ini mengaku diperintah pejabat Polsek Jalancagak untuk memasuki TKP.
Diterangkan Uci, pada tanggal 19 Agustus 2023 pagi dia sedang beres-beres mako Polsek Jalan Cagak.
Lalu, siang sekitar pukul 09.00 WIB, di polsek banyak sekali warga dan anggota.
"Saya diperintahkan Kanit Jatanras, disuruh menguras bak mandi di TKP," aku Uci tanpa menyebut nama Kanit Jatanras Polsek Jalan Cagak yang memerintahnya.
Saat itu, Uci pun melaksanakan perintah Kanit Jatanras menuju lokasi kejadian di Jalan Cagak.
Saat di TKP, tiba-tiba Uci melihat Danu.
"Saya panggil, Nu, sini, minta tolong nih saya mau nguras bak nih. Ya siap pak," ucap Uci menirukan jawaban Danu.
Setelah itu, Uci membuka kunci rumah dan bersama-sama Danu menuju ke ruangan dapur untuk menguras bak mandi.
Hingga berita diunggah belum terungkap identitas Kanit yang memerintahkan banpol tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirja mengaku sudah melaporkan oknum banpol ini ke penyidik Polres Subang setahun lalu, namun tidak ditindaklanjuti.
Kini, setelah polisi menetapkan tersangka, Achmad Taufan kembali bersuara lantang terkait sosok banpol ini.
Dia mempertanyakan alasan di balik keberadaan banpol di TKP.
"Pertanyaan saya, banpol ini punya surat tugas atau tidak? kapasitasnya apa? Karena ini baru sehari setelah kejadian dan sudah di police line?," ujar Achmad Taufan dikutip dari channel youtube Misteri Mbak Suci.
Taufan juga mempertanyakan tujuan banpol itu menguras bak mandi.
"Apakah benar-benar untuk menghilangkan barang bukti. Apakah hanya untuk membuat Danu bau amis darah, sehingga korelasinya saat anjing pelacak hadir," tanya Taufan.
Taufan berharap polisi segera mengusut oknum banpol ini.
Apalagi, di malam hari setelah itu, tersangka utama kasus ini Yosef Hidayat bersama adik dan keponakan yang juga seorang polisi mendatangi TKP dengan alasan mengambil kucing.
Taufan meyakini dalam kasus yang sudsah berjalan selama dua tahun ini ada oknum-oknum yang mencoba menghalangi, mengkaburkan, mempolarisasi sehingga polisi dan masyarakat dibuat bingung.
"Menurut saya dalam kasus subang karena perencanaan luar biasa hebat, pasti ada oknum itu," tandasnya.
Sebelumnya, polisi sudah mengagendakan akan memanggil sosok banpol tersebut.
"Iya, nanti kami akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang membersihkan TKP pada saat kejadian," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Surawan di Mapolda Jabar, Jumat (27/10/2023).
Dikatakan, mereka yang ikut membersihkan TKP ada banpol dan tersangka M Ramdanu alias Danu.
"Banpol, termasuk Danu, ikut menguras kamar mandinya," ucapnya.
Surawan juga sempat menanyakan perihal jumlah anggota banpol yang ikut membersihkan TKP.
"Kemarin sempat kita tanya juga berapa anggota, terus berapa orang yang dulu pernah ikut olah TKP, memang sudah menerangkan bahwa di TKP sempat dibersihkan di belakang, sempat dikuras di dalamnya, ada baju-baju termasuk baju korban," kata Surawan.
Sosok Adik Yosef Disorot Lagi

Sosok Mulyana, adik Yosef Hidayat tersangka utama kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang mengaku masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) sehari seusai kejadian.
Sosok Mulyani kembali disorot kuasa hukum Muhammad Danu alias Danu, Ahmad Taufan Soedirja setelah kliennya resmi ditetapkan tersangka bersama Yosef Hidayat, Mimin , Arigi dan Abi.
Ahmad Taufan Soedirjo menyebut Mulyana mendatangi TKP di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, malam hari setelah kejadian atau tanggal 19 Agustus 2021.
"Berbondong-bondong ramai datang, ada salah satu tersangka, keluarga, ada oknum polisi yang katanya keluarga juga dan beberapa orang lain," kata pengacara Danu, Achmad Taufan dikutip dari Youtube Misteri Mbak Suci.
Informasi yang beredar, kata Taufan, adik Yosef masuk TKP untuk mengambil kucing peliharaan Amel.
Baca juga: Ternyata Segini Gaji Danu dari Yayasan Yosef, Eks Bendahara Blak-blakan Aliran Dana Capai Miliaran
"Kami dengar salah satu saksi menyampaikan tujuannya datang mengambil kucing. Itu menjadi catatan kami. Buat apa hanya mengambil kucing," kata Taufan.
Menurut Taufan, hal itu janggal karena kucing yang dicari itu hanyalah kucing liar.
"Kalau kucing itu dibeli almarhuman, kucing itu kan banyak jenisnya, jenis yang mahal atau gimana bolehlah. Ini kan kucing liar yang dipelihara, dikasih makan di situ sehingga betah tinggal di situ," kata Taufan.
Terlebih lagi, katanya, mereka datang satu hari setelah pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Di mana lokasi saat itu sudah diberi police lline atau garis polisi.
"Kenapa kok ramai-ramai hanya untuk mengambil kucing, perlu kami pertanyakan juga. Itu kejadiannya satu hari setelah kejadian," kata Achmad Taufan.
Orang-orang yang dimaksud Taufan adalah Yosef (suami Tuti), Yoris (anak Yosef dan Tuti), Mulyana (adik Yosef), Arif (anggota polisi anak Mulyana), Bang Gede dan Aep.
taufan berharap semoga ini bisa menjadi bahan untuk membongkar kasus ini.
Benarkah Mulyana masuk TKP?
Dalam tayangan di channel youtube Indra Zainal Chanel, Mulyana mengakui hari itu ia sedang berada di Mapolsek Jalancagak.
Kemudian ada petugas yang memberitahu soal kucing peliharaan Amalia.
"Sangat manusiawi atuh, 'hayu ambil atuh'," kata Mulyana saat diwawancara Indra Zainal tahun lalu.
Mereka kemudian berangkat ke lokasi pembunuhan Tuti dan Amel.
Dalam perjalanan, Mulyana mengaku mengendarai mobil bersama Aep.
"Kalau Yosef, Yoris, Arif sama si Bang Gede. Empat orang yah," kata Mulyana.
Sesampainya di sana menurut Mulyana masih ada sejumlah petugas polisi yang berjaga.
"Tujuan utama ngambil kucing karena kasihan. Sebagian masuk, saya di luar. Setengah dipaksa saya masuk," katanya.
Ketika di dalam TKP kasus Subang, Mulyana justru mengaku tak melihat kucing yang menjadi tujuan utamanya datang.
"Di dalam dengan kucing gak ketemu, yang ngambil teman saya," katanya.
Ia mengatakan saat itu Yosef justru berada di luar rumah.
"Setahu saya Yosef gak masuk. Yosef ngobrol di luar sama Yoris di belakang mobil Yaris," kata Mulyana.
Pembunuhan ibu dan anak di Subang
kasus Subang
Banpol Kasus Subang
Yosef Hidayat
Muhammad Ramdanu
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
UPDATE Kasus Subang: Sopir Alphard Bawa Jasad Tuti dan Amel Ternyata Anak Tiri Yosep, Ini Nasibnya |
![]() |
---|
Ingat Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang? Terbaru Anak Tiri Yosep dan Mimin Ditahan Polda Jabar |
![]() |
---|
Ipda Taryono Tak Hanya Merusak TKP Kasus Subang, Pengacara Danu Beber Siasatnya Halangi Penyidikan |
![]() |
---|
Siasat Ipda Taryono Kaburkan Kasus Subang Dibongkar Achmad Taufan: Komplotan, Mau Tumbalkan Danu |
![]() |
---|
Besaran Gaji Ipda Taryono Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Begini Nasibnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.