Sambang Kampung

Olah Sampah Hingga Nol Residu di Desa Wisata Ketapanrame Kabupaten Mojokerto

Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai desa wisata terbaik Nasional.

Foto Istimewa
Destinasi Sumber Gempong di desa wisata Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

Zainul mengakui meski mendapat iuran kelola sampah dari masyarakat ternyata tidak dapat menutup biaya operasional secara keseluruhan.
Operasional pengolahan sampah mencapai Rp.20 juta hingga Rp.30 juta.

"Untuk menutup biaya operasional terkadang tidak cukup dari iuran maupun penjualan hasil sampah non organik. Sehingga nanti kedepannya kita akan Kembangkan pengolahan sampah untuk dijadikan produk berbahan plastik yang bernilai ekonomi lebih," pungkasnya.

Direktur BUMDes Mutiara Welirang Herwanto menambahkan operasional pengolahan sampah di Desa Ketapanrame sudah maksimal hingga nol residu. Bahkan sampah non organik berupa benda plastik yang tidak laku dijual diolah menggunakan mesin pirolisis.

"Hasil pengolahan sampah non organik dari plastik yang tidak laku dijual kita oleh dengan mesin pirolisis, asap dari menyublim jadi cair menjadi bahan bakar itu," paparnya.

Dia mengatakan pengolahan sampah melibatkan masyarakat yang mencapai 60-70 ton per bulan. Program pengolahan sampah itu diikuti serentak oleh sekitar 5.000 jiwa atau 1.900 KK di tiga dusun yakni Dusun Slepi, Dusun Sukorame dan Dusun/ Desa Ketapanrame. Termasuk penginapan hotel dan vila di wilayah Trawas.

"Untuk iuran kelola sampah seluruhnya sekitar Rp. 12 juta. Iya masih minus untuk biaya operasional sekitar Rp.5-10 juta. Sehingga nanti kedepannya kita akan ajukan bantuan anggaran dari Pemdes," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved