Pemprov Jatim
Jelang Pemilu 2024, Dinas Kominfo Jawa Timur Gagas Klinik Hoaks
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan terobosan jelang tahun politik 2024, salah satunya dengan menggagas website Klinik Hoaks
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan terobosan jelang tahun politik 2024.
Salah satunya, yaitu dengan menggagas website Klinik Hoaks yang diprakarsai oleh Dinas Kominfo Jawa Timur.
Lewat Klinik Hoaks ini, Pemprov Jatim memfasilitasi masyarakat untuk melakukan cek data dan cek kebenaran terkait suatu kabar, suatu isu dan cek fakta dari apa yang sedang gencar di dunia digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, Klinik Hoaks ini sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2020.
Sejak saat ini, tim telah melakukan inventarisasi data sehingga akan mampu menyediakan ruang informasi yang benar dan menghindar masyarakat dari berita atau informasi hoaks. Yang diprediksi akan cukup sarat di tahun politik 2024 mendatang.
"Masyarakat sangat bisa memanfaatkan layanan ini. Karena sejatinya website ini digagas dari pemikiran kami, bagaimana bisa memberi ruang kepada masyarakat, untuk melakukan kroscek ini berita benar, ini berita fakta ataukah ini berita hoaks," kata Sherlita, Senin (18/9/2023).
Klinik Hoaks ini bisa diakses melalui laman https://klinikhoaks.jatimprov.go.id/. Di situs tersebut, masyarakat akan disajikan kolom kata kunci yang ingin ditelusuri. Masyarakat juga bisa mengunggah alamat atau website yang ingin dicari informasi kebenarannya dengan mengisi data dan kolom yang disediakan di website tersebut.
"Dalam satu kali 24 jam, permintaan itu kami usahakan akan sudah terjawab. Karena kami sudah punya sistem dan jaringan juga untuk mencari kebenaran. Sehingga informasi-informasi di dunia digital tidak bias di masyarakat," tegasnya.
Dalam perkembangannya, untuk memanfaatkan Klinik Hoaks ini, Diskominfo Jatim juga menggandeng berbagai stakeholder. Mulai dari pemerintah sendiri, perguruan tinggi hingga yang saat ini sedang menanganai pemilihan umum, yakni KPU Jatim.
"Kami gandeng KPU juga, karena ini nanti kan ada tahun politik 2024. Pasti akan penuh dengan berita-berita yang ini benar gak sih? Nah masyarakat kan perlu tahu. Karena kalau berita bohong disampaikan terus menerus, akhirnya dianggap sebagai berita benar, itu yang gak boleh," imbuhnya.
Sherlita mengatakan, internet ini menjadi sesuatu yang berpotensi menjadi tempat untuk eksis dan menyampaikan sesuatu. Pengguna internet di Indonesia yang mencapai 76,3 persen atau sekitar 210 juta dari jumlah penduduk.
Berdasarkan data Diskominfo Jatim, selama rentang Agustus 2018 sampai Maret 2023, Kominfo menemukan 11.357 dugaan isu hoaks dan terbanyak pada 2019.
Dan menjelang Pemilu 2019 lalu, terdapat 3.901 hoaks dengan yang terbanyak adalah terkait dengan politik. Adapun jumlah hoaks tertinggi terjadi pada bulan April, yang menjadi bulan dilaksanakannya pemilu.
"Maka kami mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk memanfaatkan Klinik Hoaks ini agar tidak terjerumus dari konten-konten hoaks yang memicu perpecahan atau juga informasi yang tidak benar," pungkas Sherlita.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Klinik-Hoaks.jpg)